JAKARTA (Pos Sore) – Dirjen Industri Kecil Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian, Euis Saedah menyatakan investor asing tidak diizinkan menguasai usaha di IKM berbasis kebudayaan. Pihaknya telah mengusulkan paling tidak ada sekitar 150 IKM berbasis kebudayaan yang dilarang dimasuki asing.
“Kita bukan anti asing, tetapi ini harus kita selmatkan agar nilai budaya dan hasil karya pengrajin kita bisa diolah sendiri dan dinikmati hasilnya untuk kesejahteraan pengrajin kita khususnya di daerah,” ungkap Euis di sela Pameran Cahaya Timur Indonesia III di Kemenperin, Selasa (20/10).
Euis mengungkapkan, selama ini hasil kerajinan Indonesia yang dihasilkan hanya dinikmati para pebisnis termasuk dari asing yang menjualnya dengan harga mahal bisa dua puluh kali lipat dari harga yang mereka beli dari pengrajin. “Ini yang harus kita selamatkan. Kita sudah ajukan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP)nya, dan saat ini masih keliling di Kementerian Kebudayaan. Syukur-syukur 2015 bisa diterbitkan. Paling lambat 2016 lah bisa diterbitkan.”
“Kita bukan anti asing, tetapi ini harus kita selmatkan agar nilai budaya dan hasil karya pengrajin kita bisa diolah sendiri dan dinikmati hasilnya untuk kesejahteraan pengrajin kita khususnya di daerah.”
Pihaknya, kata Euis telah mengelompokan sekitar 10-12 jenis IKM yang dilarang dikuasai asing. Jika selama ini baru terfokus pada IKM makanan, akan tetapi ke depan,kataya, akan diperluas ke industri kerajinan.
Ia mengaku sangat sedih melihat kondisi di pasar, karena demikian banyak produk kerajinan Indonesia,seperti tenun, kain yang dihasilkan pengrajin justru tidak dinikmati hasilnya oleh mereka. Produk mereka dibeli asing dan malah dijual di luar negeri dengan harga tinggi. Sementara pengrajin tidak mendapatkan kesejahteraan cukup siknifikan dari hasil karya mereka.Padahal, disain produk itu justru lebih mahal harganya dan mereka harus menikmati hasilnya. “Ke depan, kita akan dorong para pengrajin kita agar bisa mendapatkan hasil dan kesejahteraan yang baik. Apalagi, ke depan pengelolaan IKM sudah difokuskan di IKM,jadi kita akan lebih maksimal membinanya.”
Saat ini,katanya, baru Bali yang sudah menjadi showcasenya duia internasional. Ia ingin produk dari daerah lain seperti karya Merdi,Caesar, juga bangkit dan mampu tamping hingga ke pasar internasional.
Sementara itu, Menteri Perindustrian Saleh Husin, mengungkapkan, masih banyak yang harus dibenahi di IKM agar mampu brsaing di psar lokal maupun global. Mulai dari akses pasar, bantuan kredit berbunga murah, serta perbaikan infrastruktur dan energi agar mereka bisa berkembang.
“Potensi IKM di daerah cukup banyak. Mereka harus kita dorong agar bisa berkembang dan mampu bersaing di pasar dalam negeri dan global. Yang harus tersu dikembangkan adalah teknologi, disainnya. Cluster yang ada selama ini harus menjadi fokus pengembangan kita.”
Menurut Husin, pengembangan industri harus lebih merata hingga ke luar pulau Jawa.Karena konstribusi IKM sekitar 34 persen dengan rasio IKM mencapai 60 persen masih terfokus di pulau Jawa sisanya 40 persen berada di luar Pulau Jawa.Sementara kawasan Indonesia timur baru menyumbang sekitar 18,6 persen. (fitri)
