05/05/2026
Aktual

Parkway Cancer Canter Edukasi Melindungi Perempuan dari Kanker yang Mematikan

JAKARTA (Pos Sore) — Pertarungan melawan kanker payudara telah menyentuh begitu banyak keluarga dan hal ini mendorong Parkway Cancer Canter secara aktif menyebarkan informasi mengenai penyakit ini kepada seluruh masyarakat.

Dalam rangka Breast Cancer Awareness Month – Oktober 2015, Parkway Cancer Center mengadakan Dialog Kesehatan (Health Talk) bertajuk ‘Melindungi Perempuan dari Kanker yang Mematikan’.

Parkway Cancer Center menghadirkan dua pembicara yaitu Dr. Khoo Kei Siong (pakar onkologi medis Gleneagles Hospital Singapore) dan Dr. Lisa Wong (Pakar Ginekologi Mount Elizabeth Hospital) untuk membahas mengenai berbagai hal terkait kanker payudara dan kanker-kanker lainnya yang menyerang kaum perempuan seperti Kanker Endometrium dan Kanker Serviks, serta pilihan pencegahan, pendeteksian dini dan pilihan pengobatan yang tersedia saat ini.

Kanker payudara adalah jenis kanker yang paling umum diderita perempuan dan secara keseluruhan adalah kanker yang paling umum kedua di seluruh dunia. Di Indonesia pun catatan Kementerian Kesehatan pada 2014 menunjukan kanker payudara masih yang paling banyak diderita oleh perempuan Indonesia.

Berdasarkan Sistem Informasi RS (SIRS), jumlah pasien rawat jalan maupun rawat inap pada kanker payudara masih yang terbanyak yaitu mencapai 12.014 orang (28,7%). Selain itu, perempuan juga masih dihantui berbagai jenis kanker, seperti Kanker Endometrium dan Kanker Serviks.

Sayangnya, upaya memerangi penyakit ini terhambat rendahnya kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai kanker. Akibatnya hampir 70% penderita ditemukan dalam keadaan stadium lanjut. Padahal, bila dideteksi sejak dini, kanker bukan tidak mungkin bisa disembuhkan.

Senior Consultant and Deputy Medical Director Parkway Cancer Center Dr. Khoo Kei Siong mengingatkan hingga saat ini penyebab kanker payudara masih belum diketahui. Sebanyak 80%-90% perempuan yang menderita Kanker Payudara ternyata tidak memiliki sejarah di keluarganya dan 70% juga tidak memiliki faktor risiko.

“Kemungkinan besar penyakit ini disebabkan faktor genetis, hormonal dan lingkungan yang saling mempengaruhi. Hal ini membuat setiap perempuan memiliki risiko terkena kanker payudara,” ungkap Dr. Khoo Kei Siong.

Dr. Khoo Kei Siong lalu menjelaskan strategi melawan kanker payudara yang meliputi empat hal, yaitu pencegahan, deteksi dini, pengurangan kekambuhan dan pengendalian penyebaran kanker (Metastasis).

“Penting diingat kanker payudara bukanlah vonis mati. Kabar baiknya adalah angka kematian pun secara umum semakin menurun dari tahun ke tahun. Kemajuan teknologi kedokteran kini juga mampu menawarkan berbagai pilihan yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk menghindari risiko kematian akibat kanker payudara,” terang Dr. Khoo Kei Siong.

Lebih jauh Dr Khoo Kei Siong juga menjelaskan kanker payudara menjadi mematikan karena pertumbuhan metastasis yang tidak dapat dikendalikan.

“Saat ini tersedia opsi Systemic Therapy yang mampu mengontrol metastasis, meningkatkan kualitas hidup dan memperpanjang kelangsungan hidup pasien. Intinya adalah mendapatkan penanganan yang tepat sejak awal terdeteksi penyakit ini dan bersama kita bisa mengurangi kesedihan akibat penyakit ini di muka bumi,” ungkap Dr. Khoo Kei Siong. (tety)

Leave a Comment