JAKARTA (Pos Sore) — Kabut asap akibat pembakaran lahan dan hutan di Riau dan sekitarnya semakin mengganggu kesehatan masyarakat di kawasan itu. Karenanya, masyarakat dihimbau untuk sebisa mungkin menjaga kualitas udara yang dihirup.
Menurut dr Penny Fitriani Taufik, SpP RSUP Persahabatan, paparan asap yang terus menerus dalam jangka panjang dampaknya bisa berbahaya bagi kesehatan pernapasan terutama untuk anak-anak dan orang-orang tua.
“Sebaiknya masyarakat tidak beraktivitas di luar rumah. Kalau tidak terlalu penting di dalam rumah saja. Agar kualitas udara tetap terjaga, bisa memakai AC, penyaring udara. Atau kipas angin. Arahkan kipas agar hembusan anginnya dapat meniup asap keluar dari ruangan. Ventilasi udara bisa diberikan semacam penyaring yang bisa membantu menangkap debu halus masuk,” kata dr Penny kepada media di RSUP Persahabatan, Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (2/10).
Dengan cara-cara tersebut kualitas udara dalam rumah bisa lebih bersih dan masyarakat akan lebih aman daripada ketika beraktivitas di luar ruangan.
“Solusi yang pertama sebetulnya hindari asap sejauh mungkin. Tapi kita prihatin juga karena di Riau sudah bertahun-tahun kena asap,” ujarnya.
Kalau akhirnya terpaksa harus beraktivitas di luar rumah, sebaiknya menggunakan masker. Masker yang digunakan sebaiknya yang mampu menyaring partikel dan gas, yaitu maskes N-95.
“Namun, kalau tidak ada, gunakan saja masker apa saja, merek apa saja, yang penting dapat mengurangi paparan partikel dan gas dari hasil kebakaran hutan,” tambahnya. (tety)

