05/05/2026
Aktual

Apa Itu Penyakit Kaki Gajah?

gajah

JAKARTA (Pos Sore) – Apa itu penyakit kaki gajah atau filariasis? Ini adalah penyakit infeksi yang bersifat menahun dan disebabkan oleh cacing filaria yang ditularkan melalui gigitan nyamuk jenis apapun. Cacing ini berukuran sangat kecil yang menyerupai benang.

Penyakit ini ditularkan dari seseorang yang dalam darahnya terdapat anak cacing filaria (mikrofilaria) kepada orang lain melalui gigitan nyamuk. Pada waktu nyamuk menghisap darah orang tersebut, anak cacing ikut terhisap dan masuk ke dalam badan nyamuk.

Di dalam tubuh nyamuk, satu hingga dua minggu kemudian ank cacing berubah menjadi larva dan ditularkan pada orang lain waktu nyamuk menggigitnya. Semua jenis nyammuk bisa menularkan penyakit ini, baik itu nyamuk rumah, nyamuk got, nyamuk hutan, nyamuk rawa-rawa, dan nyamuk sawah.

Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, HM Subuh, menjelaskan, cacing filaria dapat bertahan hidup selama 4-6 tahun dalam saluran getah bening dan berkembang biak hingga menghasilkan jutaan anak cacing yang beredar dalam darah.

Pada tahap awal, infeksi cacing filiaria seringkali tidak menunjukkan gejala khas sehingga penderita tak menyadarinya. Penderitanya seringkali hanya merasakan demam berulang selama 3-5 hari.

“Kita sering menganggap demam gejala penyakit biasa. Kalau istirahat nanti sembuh sendiri meski tidak minum obat.Namun demam akan muncul lagi saat ia kelelahan. Padahal saat dirasakan sembuh itu, cacing filaria sedang menjalar ke seluruh tubuh,” jelas Subuh pada temu media bertajuk pencanangan ‘Bulan Eliminasi Kaki Gajah’, di Jakarta, Rabu (30/9).

Cacing itu berada di saluran getah bening, terutama di daerah pangkah paha dan ketiak serta saluran getah bening besar lainnya. Saluran getah bening ini dapat mengalami kerusakan dan timbul peradangan.

Sebagai reaksi dari masuknya cacing filaria, tubuh bisa mengalami pembengkakan saluran getah bening di daerah lipatan paha atau ketiak yang tampak kemerahan, terasa panas dan sakit. Jika reaksi tubuh berlanjut, bisa timbul bisul yang pecah kemudian mengeluarkan nanah dan darah.

“Namun banyak juga penderita kaki gajah tidak menunjukkan gejala sama sekali, tapi ditubuhnya terdapat cacing filaria,” ungkapnya.

Ia menambahkan, penyakit kaki gajah dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan, kantong buah zakar, payudara dan alat kelamin. Orang tua, anak-anak, laki-laki dan perempuan dapat terserang penyakit ini.

Komite Ahli Pengobatan Filariasis, Prof. Dr. Agus Purwadianto, menambahkan, sebagai tindakan pencegahan, masyarakat terutama di daerah endemi dihimbau untuk mengonsumsi obat pencegah kaki gajah yang diminum sekali dalam setahun selama lima tahun. Obat ini dinilai efektif memutus rantai penularan kaki gajah.

“Untuk menghentikan siklus hidup cacing filaria secara permanen oemberian obat pencegahan massal penyakit gajah harus dilaksanakan sekali sethaun selama minimal lima tahun berurut-turut di seluruh wilayah kabupaten/kota endemis penyakit kaki gajah,” paparnya.

Obat pencegah penyakit kaki gakah terdiri dari kombinasi DEC dan Albendazole. Sebaiknya obat ini diminum makan dan minum di depan petugas.

Pemberitan obat ini mempunyai manfat ganda. Yaitu, dapat mematikan atau memandulkan cacing filaria dewasa dan dapat mematikan cacing perut seperti cacing gelang, cacing tambang, cacing kremi, dan cacing cambuk.

“Dengan meminum obat ini, berarti memperoleh dua manfaat sekaliogus yaitu melindungi dirinya dari risko penyakit kaki gajah dan kecacingan,” tambahnya. (tety)

Leave a Comment