JAKARTA (Pos Sore) – Persatuan Perusahaan Periklanan (P3I) meluncurkan buku Media Guide 2015. Ini adalah buku yang memberikan gambaran perkembangan industri periklanan terkini. Buku setebal 200 halaman ini dapat menjadi sumber informasi bagi industri ekonomi kreatif Indonesia, khususnya periklanan.
Buku bertemakan ‘Discover Unlimited Possibilities’ ini juga berisi data terkait tentang media massa di Indonesia. Terdapat pula beberapan ulasan dan analisa dari pakar media dan periklanan.
Acara dimeriahkan dengan menghadirkan tiga pembicara ternama dari Nielsen Media Research, Roy Morgan Research dan Digital XL yang membahas menngenai tren makro ekonomi dan media Indonesia.
Ketua Umum P3I, Haris Thajeb, mengatakan, berkembangnya dunia teknologi komunikasi terutama dunia digital menciptakan semakin banyak peluang yang dapat dimanfaatkan. Integritas media dibutuhkan agar efektivitas dapat tercapai.
“Inilah dunia periklanan saat ini. Dunia tanpa batas bagi semua insan kreatif,” katanya, di Jakarta, Selasa (29/9).
Dalam kesempatan itu, P3I juga menginformasikan penyelenggaraan acara ‘Indonesian Cultural Night’ di kongres AdAsia 2015 pada 22-25 November di Taipei. Menghadirkan pembicara ternama dari negara-negara anggota AFAA (Asian Federation of Advertising Associations). Di acara tersebut P3I akan mempromosikan Indonesia sebagai tuan rumah kongreas AdAsia 2017 di Bali.
Selama 18 tahun tak berpartisipasi dalam proses bidding untuk tuan rumah penyelenggaraan AdAsia, P3I bersama Dewan Periklanan Indonesia (DPI) pada November 2013 akhirnya memenangkan kompetisi untuk menjadi tuan rumah kongres bergengsi insan periklanan se-Asia tersebut.
“Indonesia berhasil mengalahkan Thailand dan Filipina pada proses bidding Ad Asia 2017 ini. Tidak mudah memenangkan bidding untuk penyelenggaraan AdAsia. Proses bidding dilaksanakan dalam dua tahapan,” ungkap Maya Watono, Ketua International Affairs P3I Pusat. (tety)

