02/05/2026
Aktual

Menkop Minta UKM Makassar Manfaatkan Kemitraan Asean-Timur

IMG_5348

JAKARTA (Pos Sore) — Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga mengimbau UKM di Kota Makassar dan sekitarnya memanfaatkan dan memperluas jejaring usaha serta pemasaran melalui jalur kemitraan ASEAN-Timur melalui kerja sama subkawasan BIMP-EAGA.

“Kita bersyukur pada tahun ini Indonesia yakni Kota Makassar menjadi tuan rumah penyelenggaraan BIMP-EAGA pada 9-11 September 2015,” kata Menteri Anak Agung Gede Ngurah (AAGN) Puspayoga di Makassar, Kamis (10/9).

BIMP-EAGA (Brunai Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines The East ASEAN Growth Area) merupakan kerja sama empat negara di kawasan timur ASEAN yaitu Brunei Darussalam, Indonesia (Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Utara), Malaysia (Sabah, Serawak, dan Labuan), dan Filipina (Mindanao dan Palawan).

Kerja sama dibentuk untuk menarik minat para investor lokal dan asing agar melakukan investasi dan meningkatkan perdagangan di kawasan timur ASEAN.

Tujuan pembentukan BIMP-EAGA adalah mengembangkan kerja sama sub-regional antara negara-negara anggota dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi di sub-kawasan tersebut.

Sektor kerja sama yang diprioritaskan adalah transportasi udara dan laut, perikanan, UKM, pariwisata, energi, kehutanan, pengembangan sumber daya manusia dan mobilitas tenaga kerja.

Tahun ini, Kota Makassar terpilih menjadi tuan rumah kegiatan BIMP-EAGA yang meliputi acara Expo dan Business Matching bagi UKM.

Puspayoga mengatakan penyelenggaraan kegiatan ini bertujuan menindaklanjuti kesepakatan kerja sama di subkawasan dalam pengembangan UKM melalui kerja sama antar UKM dan pemangku kepentingan.

“Dalam kesempatan ini kami menghimbau kepada seluruh pelaku UKM di subkawasan untuk dapat memanfaatkan Expo dan Business Matching ini dalam pengembangan UKM, terutama UKM yang berpotensi ekspor,” katanya.

Menurut dia, sejalan dengan strategi pelaksanaan kerja sama ekonomi di subkawasan, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koperasi dan UKM juga akan terus mendorong seluruh pelaku UKM Indonesia khususnya di wilayah Timur Indonesia agar meningkatkan produktivitas dan teknologi serta inovasi sehingga dapat ikut bersaing pada pasar tunggal ASEAN.

“Dengan penyelenggaraan kegiatan ini, kami berharap negara-negara anggota dalam pertemuan ini dapat bersinergi untuk meningkatkan perdagangan, pariwisata, dan investasi di dalam dan di luar subkawasan,” katanya.

Pada kesempatan yang sama juga dilaksanakan peluncuran Izin Usaha Mikro Kecil di Kota Makassar, penyaluran kredit kepada 100.000 UMKM serta penyerahan sertifikat hak cipta kepada UKM.

Program lainnya adalah pembangunan pasar tradisional, pengembangan kewirausahaan baru (Wirausaha Pemula), Program bantuan usaha “energy alternative” (Biogas/Biomassa), penyerahan bantuan rumput laut, penyerahan usaha perbengkelan, penyaluran KUR yang saat ini bunganya telah diturunkan dari 22 persen menjadi 12 persen, dan program dana bergulir dari 6 persen menjadi 5 persen.

Selain para pelaku UKM dari Makassar dan sekitarnya, acara itu juga dihadiri para pelaku UKM dari Brunai Darussalam, Malaysia, dan Filipina. (tety)

Leave a Comment