20.9 C
New York
05/05/2026
Aktual

Negara Asean Adakan Forum Perangi Penyakit Tidak Menular

Gambir-20150825-00191

JAKARTA (Pos Sore) — Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek, membuka The 2nd Regional Asean Forum on Non Communicable Disease (NCD). Forum ini bertujuan memperkuat dan meningkatkan inisiatif negara-negara anggota Asean dalam memerangi penyakit tidak menular (PTM)

Menkes mengatakan, forum ini sendiri digagas 2 tahun lalu di Manila, Filipina. Pertemuan kali ini menunjukkan komitmen kuat Asean untuk mencegah dan mengendalikan PTM sebagaimana yang dideklarasikan pada pertemuan tingkat tinggi PTM 2011. Majelis Umum PBB menetapkan prioritas tinggi pencegahan dan pengendalian PTM dalam agenda pembangunan.

Menkes menyebutkan survey terbaru menunjukkan penyebab kematian utama di Indonesia ialah penyakit stroke (21,1%), kardiovaskuler (12,9%), dan komplikasi diabetes melitus (6,7%). Di Indonesia ada 7,6 juta orang yang hidup dengan diabetes, sementara yang lain memiliki 12,6 juta pra-diabetes.

“Hanya setengah di antara mereka dengan diabetes yang menyadari kondisinya, selebihnya kemungkinan kurang informasi tentang faktor risiko dan perilaku untuk mengurangi risiko diabetes,” ungkapnya, di Jakarta, Selasa (25/8).

Indonesia, kata menkes, menghadapi beban ganda pada penyakit menular dan PTM yang sebagian besar disebabkan perubahan gaya hidup yang cepat. Bila tidak dikendalikan, angka kematian akibat PTM diperkirakan meningkat 15 persen pada 2010 dan 2020. Peningkatan terbesar terjadi di Afrika, Mediterania Timur dan wilayah Asia Tenggara.

“PTM dapat menghambat upaya pengentasan kemiskinan dan menghambat pencapaian tujuan pembangunan internasional. Apabila orang-orang di usia produktif jatuh sakit dan meninggal, tentu saja ini akan mempengaruhi tingkat produktivitas,” ujarnya.

Menurut menkes, sekitar 80% PTM dapat dicegah dengan diet dan gaya hidup yang sesuai. Komunitas global memiliki kesempatan untuk mengubah arah epidemi PTM.

“Kematian dini akibat PTM dapat dikurangi secara signifikan melalui kebijakan pemerintah mengurangi penggunaan tembakau, penggunaan berbahaya alkohol, diet yang tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, dan memberikan perawatan kesehatan universal,” tambah menkes.

Beberapa negara anggota Asean, diakui menkes, menghadapi kesulitan dalam memerangi PTM. Penyebabnya, pesatnya peningkatan insiden penyakit dan belum memadainya persiapan sistem kesehatan. Karenanya, negara-negara Asean dalam forum ini berkomitmen penuh untuk meningkatkan kerjasama pencegahan dan pengendalian PTM.

Pertemuan yang berlangsung 3 hari ini diikuti 125 peserta dari 9 negara ASEAN yakni Indonesia, Kamboja, Malaysia, Myanmar, Laos, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam dan Jepang. Dalam kesempatan ini, menkes berkesempatan meninjau stand para peserta yang menampilkan berbagai literatur mengenai penyakit tidak menular. (tety)

Gambir-20150825-00194

Leave a Comment