8.8 C
New York
25/04/2026
Ekonomi

Industri Fesyen dan Kerajinan Tumbuh 7 Persen

JAKARTA –Menteri Perindustrian Saleh Husin mengatakan industri fesyen dan kerajinan sebagai ekonomi kreatif mampu tumbuh sekitar 7% per tahun. Industri ini juga memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, mulai dari peningkatan nilai tambah, penyerapan tenaga kerja, jumlah perusahaan, hingga pasar ekspor.

“Makanya, Kementerian Perindustrian terus mendorong pengembangan industri kreatif nasional,” ungkapnya di sela pembukaan Pameran ”Produk Fesyen dan Aksesori,” di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Rabu (12/8).

Hadir pada kesempatan itu, Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Hj. Mufidah Jusuf Kalla beserta para Pengurus Dekranas, Ibu-ibu anggota OASE – Kabinet Kerja, Pejabat Eselon I dan II di lingkungan Kementerian Perindustrian.

“Makanya, Kementerian Perindustrian terus mendorong pengembangan industri kreatif nasional,” ungkapnya di sela pembukaan Pameran ”Produk Fesyen dan Aksesori.”

Pameran ini akan digelar empat hari, mulai 11 – 14 Agustus 2015.Peserta pameran merupakan pelaku IKM binaan Dekranas dari berbagai daerah, antara lain DKI Jakarta, Aceh, Sumatera Selatan, Lampung, Jambi, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Tenggara, Papua, NTT, dan NTB dengan menampilkan aneka produk kerajinan fashion dan aksesoris.

Menurut Saleh, sepanjang periode 2014 – 2015, nilai tambah dari sektor ekonomi kreatif diestimasi mencapai Rp. 111,1 triliun. Penyumbang nilai tambah tertinggi tersebut, antara lain subsektor mode, kuliner, dan kerajinan.

“Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh subsektor kerajinan dengan laju pertumbuhan ekspor sebesar 11,81 persen, diikuti fesyen dengan pertumbuhan 7,12 persen, periklanan sebesar 6,02 persen dan arsitektur 5,59 persen.

Kerajinan tradisional yang telah diwariskan oleh para sesepuh Indonesia ini,katanya, mampu menghasilkan produk-produk unggulan dan mempunyai nilai kekayaan tradisi ataupun corak yang tinggi, baik dari aspek kerajinan, anyaman, tenun, gerabah, ataupun produk sandang yang masing-masing memiliki berbagai bentuk yang indah dan fungsi beragam.

Kerajinan tradisonal juga memiliki potensi besar sebagai komoditas industri kreatif yang bernilai estetika dan ekonomi yang tinggi. Untuk itu, berbagai kegiatan dalam rangka mempromosikan industri kerajinan perlu didukung sebagai upaya mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif.

Ia yakin, ekonomi kreatif masih potensial dan bisa menjadi kekuatan baru dalam meningkatkan perekonomian nasional ke depannya, karena didukung dengan sumber daya yang tidak terhabiskan.

“Sumber daya utamanya adalah orang kreatif yang dapat terus berkembang dan menciptakan nilai tambah. Terlebih lagi dengan terciptanya iklim yang kondusif, diharapkan akan terus tumbuh dan memberikan kontribusi ekonomi maupun non ekonomi.”

Di samping itu, karya kreatif dapat mengangkat citra bangsa Indonesia di mancanegara maupun membangun rasa bangga di dalam negeri seperti terlihat pada penggunaan batik dan tenun di masyarakat saat ini.

Dalam upaya terus mendorong pertumbuhan industri kreatif nasional, Kemenperin khususnya Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) telah melakukan berbagai langkah strategis dalam meningkatkan nilai tambah industri fesyen maupun kerajinan, diantaranya melalui bimbingan teknis, dampingan pada pengrajin, promosi dan pemasaran, bantuan dalam mesin peralatan, serta perlindungan hak kekayaan intelektual.(fitri)

Leave a Comment