JAKARTA (Pos Sore) — Dalam hitungan bulan, kebijakan pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan mulai diterapkan. Tak hanya pasar barang dan jasa, sektor kesehatan pun termasuk dalam kebijakan pasar bebas itu.
Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr. Zaenal Abidin, menegaskan, jika MEA juga diterapkan pada sektor kesehatan, maka hal itu berpotensi merugikan pasien Indonesia. Menurut Zaenal, sebaiknya sektor kesehatan dikelola negara tanpa adanya campur tangan asing.
Karenanya, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menolak tegas dibawanya sektor kesehatan ke dalam perdagangan bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN karena merugikan masyarakat Indonesia. Biaya berobat dan harga obat akan ikut melambung.
“Ini sudah tidak sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia. Kami sudah sampaikan hal ini ke Presiden. Beberapa teman juga sudah melakukan judicial rivew ke MK,” katanya, dalam peluncuran buku putih ‘Sikap IDI Terkait Sektor Kesehatan Menjekang Masyrakat Ekonomi Asean’, di kantor PB IDI Pusat, Jakarta, Rabu (5/8).
Zaenal menegaskan, mahalnya biaya berobat dan obat saat diberlakukannya perdagangan bebas itu karena belum siapnya infrastruktur kesehatan di Indonesia.
Karena itu, IDI mendorong pemerintah menyiapkan infrastruktur kesehatan secara prima agar bisa bersaing dengan pihak luar.
“Dokter asing bisa ke Indonesia itu hanya untuk alih teknologi dan pendidikan. Setelah itu mereka kembali ke negara asalnya,” ujarnya.
Ia mengatakan, sifat pasar dalam sektor kesehatan berbeda dengan pasar pada sektor lainnya. Pada pasar barang dan jasa, berdasar mekanisme pasar, semakin banyak barang dan jasa yang ditawarkan, maka harga dapat ditekan.
“Pasar sektor kesehatan justru sebaliknya. Jika pemain pasar dalam sektor kesehatan kian banyak, maka harga semakin melambung. Biaya kesehatan pun akan semakin mahal,” tegasnya.
Pasar bebas ASEAN dikhawatirkan dapat membuat pihak asing mengembangkan bisnis di sektor kesehatan di Indonesia. Padahal, sistem kesehatan di Indonesia masih banyak mengalami masalah. (tety)
