09/05/2026
Aktual

MenPANRB Membuka Diklat Kepemimpinan Reformasi Birokrasi Angkatan II

Tanah Abang-20150727-09567

JAKARTA (Pos Sore) — Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Yuddy Chrisnandi, membuka secara resmi Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Reformasi Birokrasi/Reform Leader Academy (RLA) yang diadakan Lembaga Administrasi Nasional (LAN).

Diklat selama 4 bulan ini untuk membentuk kader pimpinan birokrasi yang kuat dan berkarakter. Karenanya, Menteri PANRB meminta agar diklat untuk pegawai aparatur sipil negara (ASN) lebih bermakna. Jangan hanya bersifat rutinitas dan pejabat lulusan LAN benar-benar sesuai dengan kebutuhan.

“Pelatihan jangan lagi hanya sebagai rutinitas belaka, melainkan harus ada ruh yang mampu mendorong aparatur sipil negara memiliki reform action sehingga membuatnya menjadi agen perubahan,” tegasnya dalam Diklat Kepemimpinan Reformasi Angkatan II bertema ‘Business Regulatory Framerorks’, di Jakarta, Senin (27/7).

Yuddy juga berpesan agar para peserta diklat yang diselenggarakan atas kerja sama Civil Service Singapore (Temasek Foundation) itu, menjalaninya dengan sungguh-sungguh.

Diharapkan para peserta diklat memiliki semangat bersikap jujur, amanah, dan berintegritas dalam mendukung pelaksanaan tata kelola pemerintahan yang profesional dan berkelas dunia.

Menurutnya, saat ini tengah terjadi kenaikan optimisme dan tingkat kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah. Hal ini buah dari komunikasi yang baik dengan masyarakat dalam mengimplementasikan kebijakan pemerintahan.

“Dengan meningkatnya dua hal tersebut, maka akan mendorong terciptanya prasarana pemerintah yang mendukung pembangunan ekonomi di Indonesia,” tambahnya.

Yuddy juga mengapresiasi inisiatif Temasek Foundation untuk memberikan transfer of knowledge mengenai tata kelola pemerintahan yang unggul kepada aparatur sipil di Indonesia. Kerja sama ini diyakininya dapat menghasilkan dampak yang positif terhadap reformasi birokrasi di negeri ini.

Yuddy menilai Civil Service di Singapura meskipun sarana dan prasarananya tidak jauh berbeda dengan yang dimiliki oleh Indonesia, namun suasana yang terbangun di sana jauh lebih unggul. Menurutnya, Civil Service Singapore memiliki atmosfer semangat reform-nya yang tinggi karena dikelola oleh para mentor berkelas dunia yang telah memiliki jam terbang tinggi di bidangnya masing-masing.

“Biaya untuk mengikuti pelatihan di sana kan cukup tinggi, dan juga menyita waktu yang tidak sebentar, maka kesempatan menghadirkan pelatihan ini di Indonesia jangan sampai disia-siakan,” ujar Yuddy.

Menteri juga berharap, instansi pemerintah yang telah mengirimkan para peserta Diklat tidak salah pilih. Yuddy juga mengingatkan para aparatur negara tidak henti mengemban semangat Nawacita dalam melayani rakyat.

“Nawacita bukan hanya slogan kampanye Presiden belaka, melainkan bentuk komitmen pemerintah dan jajaran aparaturnya dalam mendorong pembangunan bangsa,” tundasnya. (tety)

Leave a Comment