09/05/2026
Aktual

Pemuda Papua Kutuk Pembakaran Tempat Ibadah di Tolikara

JAYAPURA  (Pos Sore) — Berbagai elemen emuda di Papua mengutuk keras insiden pembakaran rumah kios dan tempat ibadan di Karubaga, Kabu0aten Tolikara bertepatan dengan pelaksanaan Solat Ied.

Elemen pemuda yang tergabung dalam DPD KNPI Provinsi Papua, Pemuda Katolik Provinsi Papua, Dewan Pengurus Wilayah Pemuda Ansor Provinsi Papua/Papua Barat, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Provinsi Papua/Papua Barat, Mahasiswa Muslim Indonesia Provinsi Papua, Pergerakan Mahasiswa Katolik Indonesia (PMKRI) Provinsi Papua dan BEM Uncen Jayapura, sangat menyesalkan aksi pembakaran dan konflik yang terjadi tersebut.

“Seluruh elemen Pemuda Indonesia di Tanah Papua dengan tegas meminta kepolisian, untuk segera mengusut tuntas aktor konflik dan pembakaran Mushola di Karubaga, dan memproses hukum seberatnya demi memberikan kepastian hukum dan kenyamanan bagi masyarakat,” tegas Ketua DPD KNPI Provinsi Papua, Max M.E. Olua, Minggu (21/7), sembari menambahkan  sikap tegas harus diambil kepolisian, agar insiden ini tidak membias dan tidak terjadi dinamika persoalan lain.

Pemuda Papua berharap masyarakat di seluruh Indonesia dapat menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang tendensius atau profokatif. Hindari pernyataan yang bisa mengakibatkan kerugian bagi semua pihak dan memberikan kesempatan kepada pihak berwajib untuk mengusut tuntas masalah tersebut.

Tentang toleransi antarumat beragama di papua, Ketua DPD KNPI ini mengatakan sudah sangat baik, dan jikalau ada pihak-pihak lain yang melakukan tindakan yang memecah belah persatuan dan kesatuan umat di Tanah Papua, hendaknya aparat keamanan segera mengambil tindakan tegas.

“Kebhinekaan di Tanah Papua dan Indonesia sangat mulia, jadi janganlah merusaknya, dan biarlah masalah di Tolikara diselesaikan kepolisian, dan jangan buat gerakan lain sebagaimana terjadi di daerah lain saat ini. Marilah kita masing-masing menahan diri demi kebaikan kita bersama,” tandasnya.

Dirinya menyerukan kepada semua pemuda di Provinsi Papua untuk menjadi agen/garda terdepan dalam membangun sebuah kebersamaan, dan senantiasa menepis isu-isu yang menyesatkan. “Marilah kita melihat sesama kita adalah bagian yang terpenting bagi kehidupan kita, dan wujudkanlah Papua sebagai Tanah Damai didalam wilayah NKRI.”

Sementara itu Ketua Umum DPW Pemuda Ansor Provinsi Papua/Papua Barat, Amir Mahmud Madubun, menegaskan, kepada seluruh umat Islam di Indonesia dan masyarakat umumnya bahwa terkait dengan masalah di Karubaga, Tolikara, itu bukan konflik SARA, tapi murni kriminal. Untuk itu, dihimbau kepada Ormas Islam dan Tokoh Kepemudaan Islam di seluruh Indonesia untuk bisa menahan diri untuk tidak terpancing dengan pemberitaan yang muncul di media massa dan media sosial. Persoalan Tolikara saat ini sudah ditangani pihak kepolisian.

Dirinya mengajak semua pihak saling memberikan kesejukan bagi segenap anak bangsa di Papua, karena dalam sejarah sejak berintegrasi ke dalam NKRI sampai sekarang ini di Papua tidak pernah terjadi konflik agama dan terus menjunjung tinggi kerukunan antar umat beragama dalam suasana kekeluargaan.

“Marilah kita hindari konflik horisontal, jangan masalah Tolikara menjadi komoditi politik untuk kepentingan golongan/pihak tertentu,” tukasnya.

Masyarakat di Papua membutuhkan perhatian serius dari negara, karena masih banyak rakyat yang menderita. Negara wajib hadir untuk melindungi dan mensejahterahkan segenap warga bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Dan negara wajib memberikan rasa aman dan damai bagi warga Tanah Papua tanpa membeda-bedakan.

“Kami juga melakukan investigasi, apa yang Kami sampaikan lewat media massa ini berdasarkan data fakta yang Kami ambil di masyarakat yang terlibat dalam pelaksanaan Solat Idul Fitri di Karubaga, bukan Kami mengada ada atau mengarang cerita semata,” bebernya.\

Untuk itulah, pihaknya memohon kepada seluruh umat Muslim di seluruh Indonesia untuk tidak memperuncing persoalan Tolikara menjadi komoditi politik lalu menjustifikasi bahwa konflik Tolikara itu konflik agama. Karena tidak pernah ada konflik agama di Tolikara dan seluruh Tanah Papua.

Hal senada juga dikemukakan oleh Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Provinsi Papua, Seby Seblon Biyah, Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah Provinsi Papua, Ricky Faroka, Ketua BEM Universitas Cenderawasih Jayapura, Yoan Wambitman, Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Provinsi Papua/Papua Barat, Sehan Habubun, Ketua Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah Provinsi Papua, La Muji dan Ketua Persekutuan Mahasiswa Katolik Indonesia (PMKRI) Cabang Jayapura, Provinsi Papua, Simon P. Bame. (hasyim/nls)

Leave a Comment