17.7 C
New York
05/05/2026
Aktual

Mengenal Penyakit Aneurisma Aorta Abdominal

JAKARTA (Pos Sore) — Tidak banyak yang tahu apa itu penyakit Aneurisma Aorta Abdominal (AAA). Ini memang penyakit yang belum biasa di masyarakat Indo­ne­sia.
Padahal, Indonesia sendiri termasuk ne­gara dengan jumlah penderita aneurisma tertinggi di Asia.

Karena belum terbiasa terdengar inilah yang membuat penyakit ini terlambat ditangani. Yang akhirnya berujung si penderita meninggal dunia. Kesulitan buang air besar menjadi salah satu gejala yang harus diwaspadai.

Ale­xan­der Jayadi Utama, dokter ahli bedah konsultan vascular dan endovascular Rumah Sakit Premier Bintaro, Ta­nge­rang Selatan, menjelaskan, AAA merupakan kelainan pada pembuluh darah aorta abdominal. Yaitu, pembuluh darah utama yang keluar dari jantung menuju rongga dada lalu ke perut.

Tak heran, jika terjadi kematian mendadak sering dikaitkan dengan serangan jantung. Padahal, ada penyebab lain yang perlu diwaspadai, yaitu aneurisma aorta abdominal (AAA). Karena itu pentingnya de­teksi dini, begitu ada benjolan di perut.

“Jika menemukan adanya benjolan pada perut dan sulit buang air besar, se­ge­ralah memeriksakan diri ke dokter. Ini salah satu gejala penyakit pembesa­ran pembuluh darah yang berisiko menimbulkan ke­matian,” ujarnya dalam media gathering bertajuk Endo­vas­cular Aneurisma Repair (EVAR), di Jakarta, Selasa.

Menurutnya, faktor penyebab terbesar terjadinya aneurisma aorta, yaitu merokok. Plak yang me­nempel di pembuluh da­rah aorta menimbulkan sum­­batan, sehingga pembuluh darah yang berada di sekitar perut membengkak.

“Pembuluh darah yang sudah bengkak masih bisa di­­tolong. Kecuali pembuluh da­rah sudah pecah. Karena pem­buluh darah yang pecah akan menyebabkan darah mengalir ke mana-mana,” paparnya.

Untuk mencegah terjadinya kondisi seperti itu, Alexander menandaskan perlu pemeriksaan secara berkala dan sedini mungkin. mengapa, karena setiap tahun pembengkakannya bisa membesar 1 sampai 2 cm.

Pembuluh darah aorta rentan bengkak sebab pem­bu­luh tersebut mudah mengalami pengapuran. Seiring berjalannya wak­tu, pembuluh darah yang bengkak akan terus membesar hingga akhirnya mengganggu organ-organ tu­buh lainnya, seperti usus dan saraf pinggang.

“Jika sudah membesar, bentuk pembuluh darah akan seperti balon dan perut terasa sakit sebab organ di sekitar perut tertekan,” katanya.

Adapun gejala yang biasa dirasakan adanya rasa denyutan di dalam perut, nyeri yang hebat dan tidak dapat dijelaskan pada perut atau daerah punggung bagian bawah. Bisa juga merasakan nyeri, perubahaan warna atau luka pada kaki.

Ia menambahkan, kebanyakan pasien AAA berusia 60 tahun ke atas. Karena itu, kaum lanjut usia dianjurkan melakukan pemeriksaan rutin yang mencakup USG perut untuk mendeteksi dini AAA. Terlebih orang-orang dengan faktor resiko tinggi seperti perokok, memiliki riwayat hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi.

Penanganan aneurisma aorta bisa dilakukan lewat operasi pembedahan terbuka dan operasi pembedahan tertutup yang disebut endo­vas­kular repair (EVAR). Ope­rasi EVAR tidak diperlukan pembedahan perut.

Saluran khu­sus yang bernama stent graft dimasukkan melalui kaki dan dipasang di bagian pembuluh darah yang beng­kak. Stent graft yang dipasang dalam pembuluh darah akan membuat pembuluh darah yang beng­kak tidak lagi dilalui darah. Pembengkakan lama-lama mengecil, sehingga pembuluh darah menjadi normal.

“Lewat EVAR, tidak menimbulkan luka bekas operasi sehingga proses penyembuhannya lebih cepat,” ujarnya. (tety)

Leave a Comment