JAKARTA (Pos Sore) — Lebih dari separuh anak muda adalah wanita. Karena itu, Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani), Giwo Rubianto Wiyoga, menilai organisasi yang dipimpinnya mempunyai kesempatan untuk melatih dan mengantar potensi itu menjadi kekuatan pembangunan melayani bonus demografi.
“Tenaga muda potensial yang melimpah ini menjadi pasar komoditas yang menguntungkan. Kowani bisa memberikan pelatihan dan pendidikan, pemberdayaan, serta penciptaan kegiatan yang menarik tenaga muda,” kata Giwo usai Lecture Series bertajuk ‘Bonus Demografi dan Implikasinya untuk Kowani’, yang diadakan Kowani bidang Pendidikan, Iptek dan Seni Budaya, di gedung Kowani, Jumat (3/7).
Menurutnya, Kowani sangat bisa meningkatkan kualitas kaum perempuan agar bisa memberi keuntungan sektor bisnis. Caranya, dengan memanfaatkan limpahan keluarga muda melalui pendidikan dan keterampilan tinggi.
Ketua Yayasan Damandiri Prof. Dr. Haryono Suyono, yang menjadi narasumber dalam ‘lecture series’ itu juga sangat yakin Kowani bisa berperan dalam memanfaatkan bonus demografi ini. Kowani, katanya, sangat bisa meningkatkan kualitas kaum perempuan.
“Kowani bisa menjadi ibu asuh dari 45 ribu Posdaya yang bekerjasama dengan 350 perguruan tinggi dan LPPM di setiap universitas mitra Damandiri. Melalui Posdaya, Kowani menyelenggarakan pelatihan kerja yang diikuti penempatan tenaga dalam bidang usaha,” papar mantan Menko Kesejahteraan Rakyat ini.
Mantan Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN, sekarang Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) ini menambahkan, melalui Posdaya, Kowani dapat membantu bidang kesehatan, pendidikan, dan pelatihan sebagai persiapan menangkap peluang kerja atau usaha yang terbuka.
“Di kota banyak tenaga terdidik, sementara di desa tingkat pendidikannya rendah. Dua-duanya perlu penanganan yang berbeda guna mengantar menjadi angkatan kerja yang berfungsi ganda, tentunya untuk keluarga dan pembangunan,” ujar kakek yang masih enerjik ini.
Mantan Menteri Kependudukan era Presiden Soeharto itu menambahkan, melalui Posdaya, Kowani membantu keluarga prasejahtera tetap sehat dan mengikuti berbagai pelatihan keterampilan. Menurutnya, perhatian pada penduduk usia 25-35 tahun dengan pendidikan rendah perlu segera dipersiapkan dengan pelatihan keterampilan untuk siap kerja atau berusaha. (tety)

