JAKARTA (Pos Sore) — Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir melantik 5 pejabat eselon 1 untuk jabatan direktur jenderal. Para pejabat ini diminta untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi dan hilirisasi hasil penelitian. Dua sasaran strategis paling penting untuk 5 tahun mendatang.
Adapun para pejabat yang dilantik, yaitu Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Prof. Intan Ahmad, Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti, Dr.Ir. Patdono Suwignjo.
Sementara itu, Dirjen Sumber Daya Iptek dan Dikti diamanahkan kepada Prof.dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc, Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan sebagai Dr. Muhammad Dimyati, M.Sc. dan Dirjen inovasi Dr. Ir. Jumain Appe, M.Si.
“Kepada para Dirjen diminta bekerja cepat untuk menyelesaikan restrukturisasi agar program-program kerja tahun 2015 bisa diselesaikan dengan baik,” katanya, saat melantik para dirjen, di Kemenristek, Selasa (30/6).
Menristek juga meminta para Dirjen terus memperbaiki governance di lingkungan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi sehingga opini BPK yang sudah WTP tetap bisa dipertahankan dan ditingkatkan.
Adapun kelima dirjen tersebut yakni Dirjen Pembelajaraan dan Kemahasiswaan, Dirjen Kelembagaan Iptek dan Pendidikan Tinggi, Dirjen Sumber Daya Iptek dan Pendidikan Tinggi, Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan, serta Dirjen Penguatan Inovasi.
Untuk Dirjen Penguatan Inovasi, menristek mengamanatkan agar memetakan hasil-hasil penelitian di perguruan tinggi dan lembaga penelitian yang ada di LPNK, serta lembaga di luar Kemenristekdikti.
Selain itu, secara proaktif memfasilitasi terjadinya kerjasama triple helIx agar segera bisa dihasilkan produk-produk inovasi yang bermanfaat secara langsung bagi masyarakat.
Kepada Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan, menristek meminta memfasilitasi perguruan tinggi dan lembaga riset di luar perguruan tinggi untuk terus meningkatkan hasil penelitian yang siap dilakukan hilirisasi.
“Juga melakukan sinergi lembaga penelitian di perguruan tinggi dengan lembaga penelitian di luar perguruan tinggi,” tambahnya.
Sementara itu, menristek meminta kepada Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan untuk segera menyelesaikan penyempurnaan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-DIKTI). Selain itu, memfasilitasi implementasi SNPT secara menyeluruh.
“Saya juga meminta untuk mengembangkan kegiatan kemahasiswaan yang dapat mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa,” tambahnya.
Sedangkan kepada Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti, menristek menugaskan untuk meningkatkan mutu lembaga ipptek dan pendidikan tinggi, menertibkan perguruan tinggi yang melanggar aturan, serta meningkatkan kualitas layanan kelembagaan yang meliputi perijinan, usulan program studi, fakultas dan kelembagaan lainnya.
“Selain itu, memfasilitasi perguruan tinggi di Indonesia untuk bisa masuk menjadi 500 terbaik di duni,” ujarnya.
Dirjen Sumber Data Iptek dan Dikti ditugaskan untuk mengintegrasikan SDM yang ada di Ristek Dikti. Selain itu, menyiapkan SDM Ristekdikti agar dapat mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi dan inovasi, serta mengawal pembangunan sarana prasarana agar selesai tepat waktu dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. (tety)

