JAKARTA (Pos Sore) — Direktur Utama Perum Bulog, Djarot Kusumayakti, mengatakan, untuk pertama kalinya, Bulog mendistribusikan daging dalam operasi pasar yang didistribusikan ke beberapa titik di Jabodetabek. Ada 7 truk logistik khusus daging dilakukan untuk pendistribusian dengan kapasitas 10 ton untuk satu mobil.
“Dua mobil yang nantinya akan mobile ke setiap titik, lima mobil itu akan stay di kelurahan seperti kelurahan Sukapura, Kramat Jati, Anyer Bahari, Ciracas Sindang. Berarti ada sekira 7 ton per hari yang kita distribusikan,” sebutnya di sela pelepasan operasi pasar sembako yang dihadiri Menteri Pertanian Amran Sulaiman, dan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, di Bulog Kelapa Gading, Sabtu (27/6).
Untuk harga, Djarot mengatakan, per kilogram adalah Rp88.000. “Sekarang saja daging di pasar rata-rata Rp90 ribuan, jadi dengan adanya ini diharapkan bisa lebih rendah lagi.”
Selain daging, Perum Bulog juga mengerahkan 21 truk berisi sembako murah. Salah satunya bawang merah yang hanya dihargai Rp17.000/kg. Harga bawang ini jauh lebih murah dibandingkan harga di pasar bawang saat ini.
“Kalau di pasar bawang merah harganya masih Rp 30.000/kilogram (kg), saya yakin itu stok lama, kalau itu stok baru pasti harganya sudah turun,” kata Menteri Perdagangan, Rachmat Gobel.
Gobel mengakui, fluktuasi harga bawang merah apalagi cabai selalu terjadi sepanjang tahun, salah satunya karena panen yang terlambat sehingga suplai berkurang di pasar.
“Bagaimana selesaikan masalah tahunan ini? Ke depan harus ada tekhnologinya supaya support stok, nggak tergantung sama musim lagi kayak sekarang, yang sekarang saya dorong itu tekhnologinya, jangan impor, impor, impor terus,” ujarnya. (tety)

