10.7 C
New York
04/05/2026
Aktual

Asupan Buah dan Sayur Dukung Tumbuh Kembang Anak

JAKARTA (Pos Sore) — 1.000 Hari Pertama Kehidupan merupakan window of opportunity bukan hanya untuk tumbuh kembang optimal bagi kualitas kesehatan yang baik di masa datang, tapi juga bagi pembentukan perilaku atau pola makan sehat dalam jangka panjang.

Setelah pemberian ASI ekslusif sampai usia enam bulan, anak perlu diperkenalkan kepada MPASI dalam beragam tekstur, tampilan, dan rasa, untuk memenuhi jenis dan jumlah nutrisi yang lebih komprehensif seiring dengan pertambahan usia.

Pembentukan pola makan sehat sejak dini akan membangun pola makan yang sehat di masa datang. Anak yang sudah terbiasa mengkonsumsi Makanan Pendamping ASI (MPASI) berupa sayur dan buah sejak usia 6 bulan berpengaruh pada perilaku konsumsi sayur dan buah hingga usia dewasa.

Demikian beberapa pokok kesimpulan dari diskusi Nutritalk bertema ‘Pembentukan Pola Makan Sehat Sejak Usia Dini’ yang diadakan Sarihusada, di Jakarta, Senin (15/6). Tema yang mengupas pentingnya pengenalan buah dan sayur sejak usia dini untuk membangun pola makan sehat yang kaya serat di masa datang.

Prof. Dr. Agus Firmansyah SpA(K), Guru Besar di Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM, mengatakan, Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2013 menunjukkan kebutuhan akan serat yang semakin meningkat dari usia ke usia. Pada usia 7-11 bulan anak membutuhkan asupan 10 gram serat perhari, yang semakin bertambah sampai usia 16-18 tahun. Untuk remaja perempuan dan laki-laki membutuhkan masing-masing asupan 30 dan 37 gram serat perhari.

“Kecukupan serat yang semakin meningkat ini bisa dipenuhi jika anak-anak dan remaja terbiasa mengkonsumsi buah dan sayur sejak usia dini. Konsumsi buah dan sayur akan membantu pemenuhan serat, vitamin dan mineral yang lebih tinggi pada anak untuk kesehatan saluran cerna dan imunitas yang lebih baik sehingga tumbuh kembang anak dapat optimal,” paparnya.

Ia menambahkan kecukupan serat sejak dini juga menurunkan risiko terkena berbagai penyakit, seperti peradangan, alergi, diare, jantung, kanker, dan darah tinggi pada usia dewasa. Serat yang dibutuhkan bagi pencernaan anak terdiri dari serat yang larut dan serat yang tidak larut.

Adapun makanan yang merupakan sumber serat adalah buah-buahan dan sayur-sayuran. Pengenalan buah dan sayur ini perlu dilakukan secara bertahap. Di Indonesia sendiri, pisang, pepaya, bayam dan wortel merupakan buah dan sayur yang sering diberikan. Di samping mengandung serat, buah-buahan dan sayur-sayuran seperti pisang dan wortel juga mengandung prebiotik, vitamin dan mineral yang mendukung tumbuh kembang anak.

Terkait diskusi nutritalk ini, Arif Mujahidin, Head of Corporate Affairs Sarihusada, mengatakan, sebagai perusahaan yang didirikan 60 tahun lalu dengan misi memperbaiki gizi anak bangsa, terus berkomitmen untuk mendukung upaya perbaikan gizi yang dilakukan Pemerintah melalui peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi bagi ibu-anak.

“Nutritalk adalah salah satu diskusi rutin yang kami selenggarakan untuk menyebarkan pengetahuan gizi kepada masyarakat luas. Kami berharap apa yang disampaikan dalam Nutritalk kali ini dapat digunakan sebagai masukan dalam membangun anak-anak Indonesia yang memiliki pola makan sehat,” katanya. (tety)

Leave a Comment