JAKARTA (Pos Sore) — Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Spudnik Sujono, mengatakan, pihaknya belum mengeluarkan rekomendasi untuk impor bawang merah. Kementan memastikan masih ada pasokan bawang merah dari dalam negeri.
“Kementerian Pertanian mempunyai kewenangan memberikan rekomendasi kepada Kementerian Perdagangan melakukan impor bawang merah. Namun menjelang puasa dan lebaran, Kementerian Pertanian belum mengeluarkan rekomendasi meskipun Kementerian Perdagangan meminta izin impor untuk mengendalikan harga,” tandasnya, kemarin.
Ia menambahkan, belum keluarnya rekomendasi tersebut karena Kementerian Pertanian melihat masih ada potensi tambahan pasokan bawang merah dari dalam negeri. Masih ada beberapa daerah yang akan panen bawang merah. Panen ini dinilai dapat memenuhi kebutuhan bawang merah jelang puasa dan lebaran.
“Kemarin sempat permintaan informasi saya sampaikan Juni dan Juli itu masuk panen, mudah-mudahan tidak ada impor bawang merah,” ungkap Spudnik yang baru 12 hari ini menjabat sebagai dirjen belum lama ini.
Saat ini, dirinya sedang melakukan pemetaan terhadap permasalahan yang ada pada komoditas bawang merah. Persoalan impor memang menjadi fokus perhatiannya. Saat ini, Indonesia masih melakukan impor benih bawang. Dalam programnya tahun depan, dia berharap dapat memangkas impor benih.
“Saya membaca peta, benih memang impor Direktur Jenderal sebelum saya mengeluarkan surat izin 1.730 ton, tapi realisasi 500 ton,” tandas dia.
Menteri Perdagangan Rachmat Gobel memang menyatakan akan mengimpor sejumlah bahan pokok seperti cabai dan bawang merah. Langkah itu dilakukan mengingat kebutuhannya cukup besar jelang puasa dan Lebaran.
“Bila memang stok tidak cukup padahal kebutuhan sangat besar maka impor menjadi alternatif terakhir. Keputusan impor juga dilihat dari harga kebutuhan pokok tersebut. Kalau lihat harga terakhir, harga yang ada sekarang sudah melebih harga referensi. Putusannya harus impor,” kata Rachmat. (tety)
