JAKARTA (Pos Sore) – Siapa bilang komik Indonesia ‘mati’? Yang ada, menurut praktisi komik Indonesia, Beng Rahadian, justru dalam masa indah-indahnya. Gempuran komik-komik dari negara asing terutama Jepang dan Korea tidak berpengaruh besar terhadap eksistensi komik-komik Indonesia.
Buktinya, kata dosen Institut Kesenian Jakarta (IKJ) itu minat masyarakat untuk mengikuti kompetisi membuat komik selalu tinggi. Salah satunya kompetisi membuat komik strip bertema ‘Cuma di Indonesia’ yang digelar Faber-Castell Indonesia pada tahun lalu, yang diikuti generasi muda dari seluruh Indonesia.
Dan, komik Indonesia semakin indah karena 66 pemenang lomba komik itu akhir dibukukan dengan judul yang sama. Buku komik ini diluncurkan di toko buku Gramedia Central Park, Kamis (11/6). Ia sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan produsen alat tulis tertua dan terbesar di dunia yang terus menggali potensi-potensi komikus Indonesia.
“Berkembangnya media sosial, ikut mengangkat dunia komik atau gambar ilustrasi di Indonesia. Pemain komik belia tidak sekadar berorientasi pada usaha penerbitan, tetapi membuat karya dengan seni artistik tinggi,” kata Beng Rahadian.
Ia mengatakan seniman atau komikus Indonesia juga banyak berkarya untuk dunia internasional dan ide serta gambar-gambar mereka sudah dibeli oleh perusahaan animasi dunia.
Managing Director Faber-Castell International Indonesia Yandramin Halim, terlihat jelas bangga melihat potensi-potensi generasi muda Indonesia. Karena itu, pihaknya ingin memberikan akses kepada seniman muda agar mendapat panggung dan memberikan kontribusi kepada bangsa.
“Ini sekaligus menggali potensi seni dalam diri yang langka dilakukan. Kebanyakan kita menggali secara harfiah seperti tambang dan lainnya,” ujarnya.
Yandramin berharap dengan mengembangkan seni, dalam hal ini komik, dapat mendatangkan devisa tanpa menggali tanah dan bernilai tambah lebih tinggi ketimbang menjadi pekerja.
Dorongan untuk menjadi komikus di kalangan anak muda sejatinya cukup tinggi. Namun, mereka terkadang terkendala dengan kesempatan. Dengan penerbitan komik karya seniman muda ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi mereka untuk berkarya lebih lanjut. (tety)

