JAKARTA (Pos Sore) – Menteri Ristek Dikti, Mohamad Nasir juga memantau pelaksanaan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2015 di Panlok 33 di Kampus D3 Komunikasi, Institut Pertanian Bogor (IPB). Sejauh ini ujian berjalan lancar dan semuanya akan dilakukan evaluasi.
“Tadi saya pantau langsung di IPB dan Alhamdulillah hari pertama ujian berjalan lancar. Namun, kami tetap mewaspadai adanya kebocoran soal, perjokian, dan calo atau oknum yang mengaku bisa memasukkan ke perguruan tinggi. Harap dilaporkan kepada panitia atau kepada kementerian jika ada kecurangan-kecurangan tersebut,” kata M Nasir di Bogor, Jawa Barat, Selasa, (9/5).
Menristek mengatakan, sebanyak 693.185 peserta mengikuti SBMPTN untuk bisa masuk di 74 universitas tinggi negeri di seluruh Indonesia yang terbagi dalam 98 panitia lokal (panlok).
Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia, Herry Suhardiyanto, menambahkan, indikator penilaian kelulusan dalam sistem SBMPTN dilihat dari nilai standar dan keketatan pilihan program studi di masing-masing universitas. Masing-masing program studi mempunyai standar sendiri, semakin favorit program studi, persaingannya makin ketat.
“Untuk penerimaan melalui jalur SBMPTN setiap perguruan tinggi hanya mempunyai 30 persen dari jumlah keseluruhan atau kuota penerimaan mahasiswa baru,” ujar Rektor IPB itu.
Panitia lokal 33 Bogor sendiri membawahi 5 wilayah Subpanlok yang tersebar di Bogor, Bekasi, Cianjur/Sukabumi, Cirebon dan Karawang. Untuk pelaksanaan ujian di Bogor, terbagi di 23 sekolah yang terdekat dengan kampus IPB. (tety)
