10.7 C
New York
04/05/2026
Aktual

Merck Perluas Neuropathy Check Points Neurobion

JAKARTA (Pos Sore) – Merck akan memperluas Neuropathy Check Points Neurobion ke 15 kota besar di Indonesia. Tujuannya agar semakin banyak masyarakat yang dapat memeriksakan risiko neuropati. Ini adalah kondisi gangguan dan kerusakan saraf yang ditandai dengan gejala seperti kesemutan, kebas, dan kram.

“15 kota itu yakni Jabodetabek, Bandung, Jogjakarta, Solo, Semarang, Surabaya, Denpasar, Malang, Makassar, Medan dan Palembang,” kata Feni Herawati, Head of Marketing Consumer Health PT Merck Tbk dalam Media Workshop Neuro Move bertajuk ‘Latih Sarafmu, Kurangi Resiko Neuropati’, di Jakarta, Kamis (28/5).

Neuropathy Check Points Neurobion adalah pusat edukasi neuropati dan screening test neuropati dengan mendata gejala neuropati dan memberikan rekomendasi awal penanganan neuropati.

Pihaknya berharap masyarakat Indonesia semakin sadar akan bahaya neuropati dan melakukan pengecekan dini risiko neuropati, serta dapat mencegah neuropati sejak dini dan memelihara kesehatan sarafnya dengan mempraktekkan Neuromove dan konsumsi vitamin neurotropik secara teratur.

Ia mengatakan, prevalensi penderita neuropati, yaitu gangguan dan kerusakan saraf tepi, sangat tinggi di Indonesia. Hasil pemeriksaan terhadap 5.478 orang di Neuropathy Check Points Neurobion di 8 kota besar di Indonesia pada tahun 2015 menemukan, 1 dari 2 orang berisiko terkena neuropati. Bahkan 38 persen dari kelompok usia 20-29 tahun juga telah berisiko neuropati.

“Meski kasusnya banyak dan prevelensinya tinggi, ternyata kesadaran masyarakat Indonesia tentang penyakit neuropati ini masih sangat rendah,” tambahnya.

Merck juga akan menyosialisasikan Neuromove ke berbagai klub senam, area publik, dan pusat kebugaran agar semakin banyak masyarakat yang teredukasi. Salah satu gerakan inti neuromove adalah gerakan menyilang atau gerakan cross antara gerak tangan dan bola mata.

Gerakan ini dibuat untuk mengaktifkan saraf-saraf, baik saraf tepi maupun saraf pusat, sehingga dapat meningkatkan kecepatan reaksi seseorang dan meningkatkan daya ingat.

Neuromove diciptakan khusus oleh para ahli kesehatan, yakni spesialis kedokteran olahraga dan spesialis saraf, sebagai upaya preventif neuropati sejak dini. Gerakan Neuromove terdiri dari gerakan aerobik dan stretching untuk melatih saraf, melemaskan ketegangan otot, serta mengurangi back pain akibat duduk terlalu lama.

Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Pusat Indonesia (PERDOSSI) mengapresiasi inisiatif Merck untuk bekerjasama menciptakan gerakan populer bagi masyarakat awam yang disebut Neuromove untuk menjaga kesehatan saraf dan mencegah neuropati.

“Kami menganjurkan agar masyarakat dapat mempraktekkan Neuromove secara teratur, dan kami berharap banyak masyarakat yang bisa merasakan manfaatnya, yakni kesehatan saraf yang lebih baik dan berkurangnya risiko neuropati,” kata Prof. Dr. dr. Moh Hasan Machfoed, Sp.S(K), M.S, Ketua Umum PERDOSSI Pusat dan Konsultan Neurologis.

Katanya, PERDOSSI memiliki misi untuk terus memberikan edukasi mengenai neuropati agar semakin banyak masyarakat Indonesia yang mengerti tentang bahaya neuropati.

Holger Guenzel, Direktur Divisi Consumer Health PT Merck Tbk mengatakan, selama 45 tahun beroperasi di Indonesia, pihaknya senantiasa berupaya berkontribusi memberikan edukasi mengenai kesehatan kepada masyarakat, termasuk mengenai neuropati dan kesehatan saraf.

“Merck bekerjasama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia sejak tahun 2012. Edukasi neuropati kami lakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat Indonesia terhadap neuropati dan kesehatan saraf,” uajrnya.

Neurobion sendiri kombinasi vitamin neurotropik (B1,B6,B12) yang berfungsi untuk pemeliharaan kesehatan saraf dan memperbaiki sel saraf penyebab gejala kesemutan dan kebas. Khusus bagi penderita diabetes, membutuhkan dosis vitamin neurotropik yang lebih tinggi. (tety)

Leave a Comment