17.8 C
New York
08/05/2026
Aktual

Surya Chandra Surapaty Dilantik Menkes sebagai Kepala BKKBN

JAKARTA (Pos Sore) — Menteri Kesehatan Nila F Moeloek melantik dr. Surya Chandra Surapaty, MPH,Ph.D sebagai Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang baru. Selama 8 bulan, posisi jabatan kepala BKKBN dijabat oleh PLT Kepala BKKBN, sejak 1 Oktober 2014 setelah pejabat sebebelumnya Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D. Sp.GK pensiun.

“Hari ini kita melantik kepala BKKBN baru. Seperti kita ketahui bahwa sejak 1 Oktober 2014, jabatan Kepala BKKBN mengalami kekosongan selama delapan bulan,” kata menkes dalam pelantikan itu, Selasa (26/5).

Menurutnya, kekosongan tersebut mengakibatkan banyak hal tak berjalan baik. Program-program yang bersifat strategis untuk mempercepat pencapaian sasaran program pengendalian penduduk dan KB termasuk pembangunan keluarga tidak dapat berjalan seperti yang diharapkan.

“Dengan adanya Kepala BKKBN yang baru, saya berharap agar pelaksanaan Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga dapat berjalan lebih maju,” ujarnya.

Dengan demikian, laju pertumbuhan penduduk yang saat ini masih tinggi yakni 1,49 berdasarkan Sensus Penduduk 2010, dapat menurun lagi sesuai dengan sasaran RPJMN yang sudah ditetapkan tahun 2015-2019.

Surya Chandra sebelumnya anggota DPR Republik Indonesia dari fraksi PDI Perjuangan. Sejak tahun 2009, ia bertugas di Komisi IX yang memiliki fokus pada bidang kesehatan, kependudukan, tenaga kerja, dan transmigrasi.

Ia pernah menjadi pimpinan Panitia Khusus (Pansus) dalam penyusunan RUU Sistem Jaminan Sosial Nasional, RUU Anti Kekerasan Dalam Rumah Tangga, RUU Praktik Kedokteran, RUU Ketenagakerjaan, serta RUU Perlindungan Anak.

Surya Chandra Surapaty salah satu pengusul terbentuknya RUU Amandemen UU no 23/1992 tentang Kesehatan dan RUU Amandemen UU no. 10/1992 tentang Kependudukan & Keluarga Sejahtera. Di samping berperan aktif dalam pembentukan beberapa rancangan undang-undang, ia juga melakukan beberapa kegiatan politik lain.

Ia memelopori berdirinya Forum Parlemen Indonesia untuk Kependudukan dan Pembangunan yang dasar pembentukannya dapat dirujuk dari Keputusan Pimpinan DPR RI no: 16/PIMP/I/2001-2002 tanggal 22 Oktober 2001. Ia pun akhirnya menjadi ketua dalam forum bentukannya.

Aktivitas-aktivitas forum tersebut lebih pada bidang sosial politik dan melibatkan sejumlah organisasi masyarakat, organisasi profesi, LSM, lembaga internasional, dan PBB seperti UNFPA, WHO, Unicef, Usaid, dan Ausaid.

Surya Chandra Surapaty juga aktif falam beberapa organisasi profesi seperti menjadi pengurus Ikatan Peminat dan Ahli Demografi Indonesia (IPADI) pada 1983-2003, anggota dan pengurus Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) pada 1988-1999, anggota Majelis Pakar Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) pada 2003-2006, serta anggota dan pengurus Koalisi Indonesia untuk Kependudukan dan Pembangunan (Koalisi Kependudukan).

Suami dari Dra. Retna Mahriani, M.Si dan ayah dari dokter Pramafitri Adiparia, Ahmad Betasatria Surapaty, STP dan dokter Imtiaz Amrinusantara Surapaty tersebut lahit di Palembang pada 23 Juni 1951. Kariernya dimulai sebagai dosen Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Palembang pada 1978.

Setelah menyelesaikan S1 di FK Universitas Sriwijaya, melanjutkan Master Public Health dari School of Public Health, Departemen International Health, University of Hawai at Mano, Honolulu Hawai USA. Disertasinya tentang Modernity and Family Planning Behavior in Urban Indonesia, menghantarkannya meraih gelar doktor (Ph.D) dari University of Michigan USA. Ia merupakan dosen FK Unsri pertama yang meraih gelar itu.

Penghargaan yang pernah diperoleh di antaranya Piaga Kekaryaan Unsri 20 tahun (1996) dan Peniti Emas Keluarga Berencana yang disematkan pada peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) IX di Gorontalo pada 2002. (tety)

Leave a Comment