17.8 C
New York
08/05/2026
Aktual

Ini Tugas Rieke Diah Pitaloka sebagai Duta Arsip

JAKARTA (Pos Sore) – Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Mustari Irawan, mengukuhkan politisi PDIP sebagai Duta Arsip. Anggota DPR ini dinilai punya komitmen yang besar terhadap masalah kearsipan. Meski kegiatan DPR sarat dengan kearsipan, namun sangat sedikit anggota DPR yang punya kepedulian terhadap arsip.

“Arsip sebagai naskah maupun dalam konteks catatan organisasi sangat penting agar bisa dikenal masyarakat lebih luas. Arsip menjadi bagian dari sejarah yang harus dipahami masyarakat secara luas. Dan untuk meningkatkan pemahanan akan arti pentingnya arsip, duta arsip memegang peranan penting,” tegas Mustari, di Jakarta, Selasa (26/5).

Karenanya, pihaknya sangat berharap Duta Arsip ini bisa menyiarkan dan mnyosialisasikan pentingnya arsip bagi kehidupan berbangasa dan bernegara. Menghidupkan kembali roh-roh sejarah yang menjadi gambaran kebesaran bangsa Indonesia.

Rieke Diah Pitaloka mengaku bangga terpilih sebagai Duta Arsip. Meski tak mudah menjalankan di tengah kesibukannya yang padat, ia berjanji akan menyosialisasikan pentingnya arsip di tengah derasnya arus modernitas. Terlebih jika arsip yang menyimpan catatan sejarah bangsa itu hilang, yang mungkin berada di negara lain.

“Ini hari yang luar biasa. Tentunya dengan senang hati saya menerima tugas ini,’’ kata Rieke, di gedung ANRI, Jakarta, Selasa (26/5). Presiden RI ke-5 Megawati Soekarno Putri hadir dalam kesempatan ini.

Sebagai Duta Arsip, Rieke pun akan terus menyuarakan agar arsip Konferensi Asia Afrika dan Konferensi Gerakan Non-Blok sebagai Memory of the World. Kedua konferensi itu menjadi hal penting dalam situasi politik hubungan internasional. Ia termasuk mendukung pengajuan dokumentasi itu.

“Arsip itu merupakan harta karun. Saya akan mencoba memperjuangkan arsip KAA dan Gerakan Non Blok untuk diterima di UNESCO,” tegasnya.

Bagi Rieke, masalah arsip bukanlah hal asing. Biasanya, jika ia dalam keadaan stress, membaca buku-buku risalah dan sejarah menjadi pelariannya. Ia bisa berjam-jam membaca buku itu. Bukan sekedar membaca, tetapi juga menghayati.

“Saya seringnya membaca buku tentang Soekarno, membaca perdebatan-perdebatannya, membaca caranya berdiplomasi, dan lain-lain. Saya seolah-olah berada pada jaman itu sehingga merasakan motivasi yang dipancarkan oleh Bung Karno. Setelah membaca buku itu saya menjadi termotivasi,” tambahnya.

Selain Rieke, ANRI turut menunjuk putra Presiden kelima Megawati Soekarnoputri, Muhammad Prananda Prabowo sebagai Duta Arsip, karena memiliki keseriusan dalam menjaga arsip nasional, khususnya yang berkaitan dengan dokumentasi Presiden pertama RI Soekarno. Penunjukkan Rieke dan Prananda Prabowo sebagai Duta Arsip pertama, seiring dengan peringatan Hari Kearsipan ke-44. (tety)

Leave a Comment