11.1 C
New York
25/04/2026
AktualEkonomi

Beroperasinya Terminal Peti Kemas Teluk Lamong Tingkatkan Ekspor

JAKARTA (Pos Sore) — Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Saut Hutagalung, menyakini, beroperasinya Terminal Peti Kemas Teluk Lamong, Jawa Timur, yang diresmikan Presiden Joko Widodo, dapat meningkatkan eksport.

Bagaimana tidak. TPI Teluk Lamong ini bagian dari Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) yang saat ini dapat disinggahi kapal kargo besar lintas samudera.‎ Ini kemajuan penting bahwa kapal kargo internasional dapat singgah langsung di pelabuhan Indonesia.

Ia menjelaskan, selama ini semua kapal kargo internasional singgah dan alih muatan ke kapal kargo lebih kecil di Singapura lalu diangkut ke Indonesia. Demikian juga sebaliknya, kontainer tujuan ekspor dimuat kapal kargo dari Indonesia diangkut ke Singapura lalu dialihmuat ke kapal kargo internasional selanjutnya dibawa ke negera tujuan seperti UE atau AS.‎

Akibatnya, biaya logistik dan transportasi menjadi tinggi dan dayasaing bisnis rendah. Secara nasional, biaya logistik dan transportasi di Indonesia mencapai 27% dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, sementara di negara maju dan Singapura di bawah 10% dan di beberapa negara Asean lain seperti Thailand, Malaysia hanya sekitar 12-13 persen dari PDB.

“Jika TPK Teluk Lamong beroperasi dengan baik, biaya logistik laut dapat turun signifikan. Jika logistik darat-laut dan pelabuhan terintegrasi maka biaya logistik dapat turun sampai 50%. Jika ini tercapai, maka daya saing logistik Indonesia sejajar dengan negara Asean di luar Singapura,” tandasnya.

Tentunya, perkembangan tersebut sangat positif bagi peningkatan ekspor. Harga produk perikanan Indonesia akan dapat lebih bersaing dari sisi harga. Selama ini, ekspor produk perikanan kita masih kuat terutama karena pasokan, mutu dan ‎pemenuhan syarat ekspor seperti ‘delivery service’ namun harga umumnya lebih tinggi.

“Dengan turunnya biaya logistik, harapan kita adalah tidak saja harga produk lebih bersaing tetapi juga keuntungan eksportir lebih tinggi dan harga jual di tingkat produsen seperti nelayan akan lebih tinggi juga,” ujarnya.

Begitu pula bagi Jawa Timur dan provinsi lain yang selama ini banyak ekspor melalui pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, peresmian TPK Teluk Lamong membuka peluang baru untuk lebih mengenjot ekspor perikanan.

Ekspor hasil perikanan via Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya sekitar 35-37% dari total nilai ekspor hasil perikanan per tahun. Khususnya bagi kawasan timur Indonesia dan wilayah Sulawesi dan Kalimantan, perbaikan pelayanan di pelabuhan Teluk Lamong akan meningkatkan daya saing ekspor. (tety)

Leave a Comment