JAKARTA (Pos Sore) — World Lung Foundation (WLF) dan Kementerian Kesehatan hari ini meluncurkan kampanye iklan layanan masyarakat akibat dampak asap rokok. Kampanye nasional pengendalian tembakau terbaru yang menunjukkan bahaya paparan asap rokok terhadap perokok pasif.
Kampanye dengan judul ‘Berhentilah Merokok, Asapmu Membunuh Orang-Orang di Sekitarmu’ dirancang untuk meningkatkan kepedulian atas bahaya paparan asap rokok bagi perokok dan non-perokok.
“Selain itu, menganjurkan non-perokok untuk menghindari paparan asap rokok serta menghimbau perokok untuk berhenti merokok,” terang Sekretaris Jendral Kementerian Kesehatan, dr. Untung Suseno Sutarjo M.Kes, di Jakarta, Jumat (22/5).
WLF memberikan dukungan secara finansial dan teknis untuk desain dan implementasi kampanye Iklan Layanan Masyarakat (ILM) ini, yang ditayangkan selama 17 hari di beberapa saluran televisi nasional.
Kampanye ini menampilkan dua ILM. Pertama menampilkan testimoni dari seorang korban, Ike. Ibu dua anak dari Surabaya yang didiagnosa menderita kanker tenggorokan. Ike bukan perokok, namun para dokter mengatakan kanker yang diidapnya disebabkan oleh paparan asap rokok di tempat kerjanya.
Akibat kanker tersebut dan operasi yang harus dilaluinya untuk mengangkat sel kankernya, meninggalkan bekas luka permanen. Tak hanya itu, Ike juga harus kehilangan suaranya. Ike pun menganjurkan masyarakat Indonesia untuk berhenti merokok agar paparan asap rokok tidak merugikan kesehatan dan impian orang-orang di sekitar mereka.
Sementara itu, di ILM kedua menampilkan seorang dokter ahli yang memberikan komentar tentang bukti-bukti bahaya paparan asap rokok pada kesehatan.
José Luis Castro, Presiden dan CEO World Lung Foundation mengatakan, lebih dari 53,7 juta anak-anak dan dewasa di Indonesia adalah perokok. Bila dikombinasi dengan kurangnya hukum komprehensif tentang ruang bebas asap rokok, berarti puluhan juta orang dewasa dan anak-anak terpapar asap rokok yang berbahaya tiap tahunnya.
Dengan perantaraan media massa dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya paparan asap rokok, diharapkan dapat menyadarkan perokok untuk berhenti merokok demi melindungi kesehatan mereka dan kesehatan orang-orang di sekitar mereka, serta menolong non-perokok untuk menghindari paparan asap rokok.
“Kami sangat bangga Ibu Ike membagikan cerita tentang penyakitnya. Dan kami mengucapkan selamat kepada pemerintah Republik Indonesia atas kesediaannya menjadi rekanan kami untuk menyampaikan inisiatif penting ini,” katanya. (tety)

