11.1 C
New York
25/04/2026
AktualEkonomi

SMESCO Gandeng Doosan Infracore Latih UKM Manufaktur

JAKARTA (Pos Sore) — SMESCO Indonesia terus melakukan terobosan untuk membentuk para pelaku usaha kecil menengah (UKM) menjadi terampil di dunia bisnis industri. Salah satunya dengan menerima tawaran Pemerintah Korea menjalin program kemitraan bisnis.

Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (LLP-KUKM) Kemenkop dan UKM ini pun melakukan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) dengan Doosan Infracore Co., Ltd. Perusahaan Korea yang bergerak di bidang pembuatan mesin perkakas.

Kerja sama Itu sebagai bentuk kesepakatan pelaksanaan pelatihan dan alih teknologi yang dimulai 18 Mei–12 Juni 2015 di Grand SMESCO Hills, Cisarua, Bogor, Jawa Barat.

Hadir dalam penandatanganan MoU, di antaranya Deputi Bidang Produksi Kemenkop dan UKM I Wayan Dipta, Direktur Utama LLP-KUKM Ahmad Zabadi, Direktur LLP-KUKM Pemasaran dan Marketing Bagus Rachman, Direktur Kantor KOICA Indonesia Kim Byeong Gwan, Senior Vice President Doosan Infracore Lee Jeong Geun.

“Penandatanganan MoU itu sekaligus sebagai pembukaan program pelatihan dan alih teknologi penggunaan mesin perkakas bagi UKM Manufaktur Indonesia,” ujar Dirut LLP-KUKM Ahmad Zabadi.

Menurut Zabadi, Korea mengutus Lembaga KOICA (The Korea International Cooperation Agency) ke Jakarta, dengan memboyong Doosan Infracore Co., Ltd. Mereka termasuk perusahaan terbesar asal Korea Selatan yang bergerak di bidang pembuatan mesin perkakas.

“Perwakilan dari Doosan Infracore akan melatih para UKM Manufaktur Indonesia. Pelatihan itu bertajuk Indonesia Machine-Tools Up-Grading Training Program for SMEs,” ujar Zabadi.

Untuk penyelenggaraan pelatihan tersebut, kata dia, perusahaan Doosan menawarkan kerja sama dengan LLP-KUKM sebagai pengelola SMESCO RumahKU (Rumahnya Koperasi dan UMKM) dengan memanfaatkan fasilitas ruang training yang berbasis komputer di Grand SMESCO Hills.

“Pelatihan itu pun didukung oleh Deputi Bidang Produksi untuk menyiapkan pelaku UKM Manufaktur peserta pelatihan,” kata Zabadi.

Nantinya, kata Zabadi, pelatihan tersebut terdiri dari dua bagian. Pertama, pelatihan untuk instruktur (training of trainers program) sebanyak 15 orang. Kegiatannya mulai 18 Mei hingga 12 Juni 2015, yang terbagi menjadi theoritical course di Grand SMESCO Hills, selama dua minggu dan practical course di Dealer Dossan, Cikarang, Bekasi.

Kedua, kata Zabadi, pelatihan untuk operator mesin (operator’s level training program). Itu diikuti sebanyak 60 orang untuk dua angkatan. Kegiatannya akan dilaksanakan pada September dan November 2015 di Grand SMESCO Hills yang akan melibatkan para instruktur yang telah dilatih tersebut.

Dia menambahkan, pelatihan itu sebagai terobosan untuk mencetak para UKM andal di bidang craft, silver, logam, dan lainnya. Nantinya, lulusan pelatihan ini juga bisa disalurkan untuk melatih para UKM yang bergerak pada central logam di Tegal, Klaten, dan juga Purbalingga.

“Saya juga berharap dari pelatihan ini ada yang diboyong ke Korea untuk mengikuti pelatihan lanjutan di pusat pembuatan mesin perkakas Doosan Infracore,” ujarnya.

Senior Vice President Doosan Infracore Co., Ltd. Lee Jeong Geun menambahkan, tujuan utama kegiatan ini untuk melaksanakan program pelatihan SDM terampil mesin perkakas pada UKM Manufaktur Indonesia serta merupakan langkah pertama dalam rangka mengatasi permasalahan minimnya SDM terampil mesin perkakas pada industri mobil, perkapalan, dan IT.

“Kita bukan menjual mesin, tapi kita memberikan ilmu untuk mendorong rencana pengembangan ekonomi Indonesia,” ujar Lee. Dia menambahkan, dari peserta terbaik kategori instruktur akan diambil lima orang untuk mengikuti pelatihan lanjutan ke Korea di pusat Doosan Infracore.

Dirut PT Frisindo Mitra Usaha F. Fonso menambahkan, pihaknya mendukung kegiatan pelatihan tersebut. Sebab, kata dia, Doosan Infracore merupakan salah satu perusahaan perkakas terbesar di dunia. Bahkan, secara global perusahaan yang berpusat di Korea Selatan itu merupakan ranking 1 sebagai spesialis mesin perkakas. Artinya, sebagai distributor utama dari perusahaan itu, dia berharap para UKM Manufaktur Indonesia bisa semakin berkembang dan maju.

“Jadi, itu harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh UKM yang didukung oleh SMESCO. Sebab, yang melatih para trainer itu merupakan ahli perkakas yang sudah berpengalaman selama 35 tahun di Korea,” tandasnya. (tety)

Leave a Comment