ENDE (Pos Sore) — Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani mengusulkan Kota Ende dijadikan sebagai Kota Soekarno. Di Kota Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ini menyimpan catatan sejarah bangsa. Di kota inilah Presiden Soekarno yang akrab disapa Bung Karno, pernah tinggal selama empat tahun sebagai tahanan politik pemerintah Hindia Belanda.
“Ende akan dijadikan kota Soekarno, setuju? Karena kalau saya ditanya saya pasti akan setuju,” kata Puan Maharani, pada peringatan Hari Kebanglitan Nasional (Harkitnas) ke 107 tahun 2015, di hadapan ribuan masyarakat Ende di Lapangan Pancasila, Rabu (20/5).
Usul Puan ini mendapat dukungan teriakan setuju dari masyarakat. Puan berjanji akan memperjuangkan hal itu ke pemerintah pusat. Dia juga meminta masyarakat menjadikan kota Ende sebagai pilar semangat perjuangan Soekarno. Kota Ende memiliki peran yang sangat penting dalam perjalanan bangsa dan negara, khususnya bapak pendiri bangsa Soekarno.
Puan mengaku baru pertama kali menginjak tanah yang pernah menjadi tempat pengasingan sang kakek yang juga tokoh proklamator. ‘’Alhamdulillah ini pertama kali saya datang menginjak kota Ende, dahulu sudah beberapa kali direncanakan tetapi selalu gagal dan baru kali akhirnya saya bisa sampai di Kota Ende,’’ katanya.
Mengapa Bung Karno ditahan? Adalah Surat Keputusan Pemerintah Hindia Belanda tertanggal 28 Desember 1933 yang membuat Bung Karno yang saat itu berusia 35 tahun harus menjalani hukuman pembuangan sebagai tahanan politik di Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur.
Semasa dalam tahanan, Bung Karno merenungkan dan mengkristalisasikan gagasannya tentang Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara Indonesia, sebagai pemersatu, sebagai unsur ‘meja statis’ yang menyatukan bangsa Indonesia, sekaligus Leitstar (bintang pimpinan) dinamis, yang memandu perkembangan bangsa ke depan.
‘’Semoga dalam peringatan hari kebangkitan nasional pada hari ini, kita juga mewarisi semangat api perjuangan Pancasila,’’ kata Puan.
Puan membayangkan saat Bung Karno menjadi tahanan politik pemerintah Belanda. Semangat dan aura perjuangan Soekarno masih bisa dirasakan.
“Namun kecintaan beliau akan Kota Ende membuat saya merasa beliau selalu hadir dan hadir di kota Ende. Saya bangga bisa hadiri di sini tidak hanya sebagai Menko PMK tapi sebagai cucu Soekarno saya bangga di sini. Ende merupakan kota bersejarah buat bangsa tapi juga memiliki arti penting bagi keluarga kami,” kata Puan. (tety)
