JAKARTA (Pos Sore) — Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, meluncurkan 21 Mobil Edukasi Keuangan (Si Molek) untuk seluruh wilayah Indonesia. Sebelumnya pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan 20 mobil pada 2013.
“Jadi total sekarang sudah ada 41 mobil Si Molek yang siap melakukan edukasi terkait jasa keuangan kepada masyarakat Indonesia,” jelas Puan, di halaman kantornya, pada peluncuran Si Molek, Selasa (12/5).
Keberadaan Si Molek ini, menurut Puan, amat penting untuk mengedukasi masyarakat terkait jasa keuangan. Termasuk produk perbankan, layanan atau lembaga jasa keuangan, fasilitas financial health check untuk mengetahui kondisi atau status keuangan seseorang maupun keluarga dan sebagainya.
Dengan edukasi ini maka angka buta keuangan yang kini banyak dialami masyarakat utamanya di pedesaan bisa teratasi. Makin melek seseorang akan keuangan maka makin mudah membuatnya hidup lebih sejahtera.
Ia sering melihat di pasar-pasar banyak ibu-ibu pedagang yang mengelola keuangannya dengan cara yang tradisional. Menyimpan di kantong baju, kain atau bawah kasur. Ini tentu sangat tidak praktis dan tidak aman.
“Harusnya mereka berhubungan dengan jasa keuangan seperti bank sehingga hasil berdagangnya bisa disimpan aman, dan bisa dikelola lebih baik,” tambahnya.
Karenanya, ia meminta lembaga jasa keuangan untuk ikut berpartisiapsi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Terlebih masih banyak masyarakat Indonesia yang masih ‘buta menabung’.
“Semangat kita melahirkan Si Molek ini adalah kita mau bergotong royong mengedukasi rakyat supaya paham perbankan dan pentingnya jasa keuangan. Keberadaan Si Molek ini harus memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Puan mengakui, memang bukan hal yang mudah. Namun, keberadaan mobil Si Molek ini sangat dibutuhkan masyarakat. Karena itu, mobil Si Molek ini harus bisa hadir hingga di kantor-kantor desa, kelurahan dan kecamatan.
Layanan jasa keuangan semakin penting mengingat anggaran desa juga disalurkan melalui perbankan. Sayangnya belum semua wilayah Indonesia, terutama daerah terluar dan terpencil memiliki bank yang memberikan jasa pelayanan perbankan.
Menko PMK juga mendorong OJK untuk memberikan pendidikan terkait keuangan ke masyarakat sekaligus lebih giat membuka akses informasi dan kemudahan bagi masyarakat untuk menggunakan jasa keuangan.
“Masih banyak masyarakat yang tidak memiliki akses ke jasa keuangan. Itu terjadi salah satunya karena keterbatasan pengetahuan di masyarakat. Oleh karena itu, saya menekankan pentingnya edukasi agar masyarakat melek keuangan. Kan tidak mungkin juga kita mengirim dana dalam kantong plastik,” tuturnya.
Mobil Si Molek ini sendiri dikatakan Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Hadad dilengkapi berbagai fitur dan fasilitas yakni bahan mengenai edukasi keuangan. Masyarakat juga memungkinkan menyampaikan pengaduan, pelapMoran, atau pertanyaan ke layanan konsumen OJK.
“Dengan edukasi ini kami berharap pemahaman masyarakat terkait jasa keuangan semakin meningkat. Sehingga bisa terhindar dari investasi bodong dan bisa mengelola keuangan yang dimiliki,” tandas Muliaman yang juga turut meluncurkan mobil edukasi yang bertujuan untuk memberikan pendidikan melalui kampanye ‘SiKAPI Uang dengan Bijak’ dengan menyasar pasar dan sekolah.itu.
Harapannya, mobil Si Molek akan terus bertambah jumlahnya, baik itu yang diadakan oleh pemerintah maupun sumbangan perusahaan jasa keuangan, bank dan pemerintah daerah. 21 unit mobil yang diluncurkan menambah 20 mobil yang sebelumnya telah diluncurkan (tety)

