14.9 C
New York
25/04/2026
AktualEkonomi

Perum  Jamkrindo Masuk Kategori AA

JAKARTA (Pos Sore) — Tingkat kesehatan Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo) masuk dalam kategori sehat atau AA.  Keterangan ini didapat setelah Perum Jamkrindo diaudit oleh Kantor Akuntan Publik HMR (Husni Muharram Rasidi) .

Kategori sehat tersebut didasarkan pada parameter keuangan, operasional dan administrasi sesuai Kepmen BUMN No 100 tahun 2002 tentang penghitungan tingkat kesehatan BUMN,” ujar Ketua Dewan Pengawas Perum Jamkrindo, Braman Setyo, usai Seminar Nasional Penjaminan Kredit untuk MUKMK Indonesia Hebat di Hotel Le Meridian Jakarta Selasa (12/5).

Momentum menggembirakan ini juga disampaikan Dewan Pengawas dalam pengesahan laporan tahunan Perum Jamkrindo. “Dengan hasil ini kami berharap Perum Jamkrindo mampu menjadikan momentum agar lebih maju dan meningkatkan kinerjanya,” ujar Braman Setyo.

Perum Jamkrindo sendiri mencatat perolehan laba komprehensif selama 2014 yang mencapai Rp724,66 miliar atau naik 62,79% dari Rp445,14 miliar pada 2013. Peningkatan laba disebabkan oleh peningkatan imbal jasa penjaminan, pendapatan investasi dan pendapatan lain-lain (subrogasi).

Di sisi lain, pendapatan penjaminan selama 2014 mencapai Rp1,44 triliun atau naik 7,6% dari Rp1,33 triliun pada 2013. Pendapatan penjaminan tersebut meliputi pendapatan dari 13 produk penjaminan. Yaitu, penjaminan kredit umum, penjaminan kredit mikro, penjaminan bank garansi/kontra garansi, penjaminan kredit konstruksi dan pengadaan barang/jasa.

Selain itu, penjaminan distribusi barang, penjaminan kredit multiguna, penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR), surety bond, penjaminan kredit BPR/BPRS, penjaminan KPR Sejahtera FLPP, customs bond, penjaminan keagenan kargo, dan penjaminan invoice financing.

Direktur Utama Perum Jamkrindo, Diding S. Anwar, mengatakan, beban klaim pada 2014 mengalami peningkatan menjadi Rp1,02 triliun atau naik 6% dari Rp963,39 miliar pada 2013. Disebabkan oleh peningkatan klaim kredit KUR (kredit usaha rakyat) yang sejalan dengan peningkatan jumlah outstanding yang dijamin.

“Pendapatan investasi selama 2014 juga mengalami peningkatan menjadi Rp531,36 miliar atau naik 52,8% dari Rp347,67 pada 2013. Sedangkan beban usaha pada 2014 mengalami peningkatan menjadi Rp328,42 miliar atau naik 43% dari Rp229,6 miliar pada 2013. Kenaikan beban usaha ini seiring dengan perkembangan bisnis dan pengembangan usaha perusahaan,” jelasnya saat pemaparan kinerja Jamkrindo beberapa waktu lalu. (tety)

Leave a Comment