JAKARTA (Pos Sore) — Untuk membantu petani lokal dalam pemasaran produk taninya, Kementerian Pertanian menggelar ‘Pasar Tani’ setiap Jumat. Namun, tak hanya di halaman Kementan, tetapi juga Kementerian Perindustrian, Kementerian Dalam Negeri, dan Bulog.
“Harga jual di Pasar Tani ini lebih murah karena yang jual langsung dari petani ke konsumen, tanpa melalui rantai perdagangan yang panjang,” jelas Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (P2HP) Kementerian Pertanian, Emilia Harahap, di Jakarta, Kamis (7/5).
Menurutnya, Pasar Tani ini dapat menstabilkan harga di tingkat pengecer.
Produk-produk yang dijual di Pasar Tani lebih murah seperti beras Cianjur 5 kg di pasaran Rp75.000, dijual Rp45.000. Sedangkan beras Banten yang di pasaran Rp60.000 dijual Rp.40.000.
Ada juga Bawang merah, cabai merah, sayur mayur dan lain-lain. Sayur kangkung biasanya Rp 2.000 per ikatnya, di Pasar Tani hanya dibanderol setengah harga. Beberapa komoditas pertanian lainya pun dijual rata-rata hampir separuh harga.
“Harga produk-produk di Pasar Tani murah karena kami memotong supply chain. Kami memastikan, harga barang komoditas di pasar tani ini dijual di bawah harga pasaran di tingkat pengecer,” tambahnya.
Dikatakan, program ini sebenarnya sudah ada sejak 2007. Tujuannya mempertemukan langsung petani dengan pembeli akhir, sehingga harga jualnya jauh lebih murah karena tidak ada perantaranya. Sampai tahun ini, kementan telah memfasilitasi Pasar Tani di 30 provinsi yang tersebar di 89 kabupaten/kota.
Hampir semua produk hasil pertanian dan perkebunan tersedia di pasar mingguan ini. Dari beras murah organik, cabai rawit, bawang, telur, serta produk olahan buah.
Salah satu petani yang kerap mengikuti Pasar Tani sejak 2013, Muhammad Arsyad (40), mengaku terbantukan dalam memasarkan produk taninya. Ia bisa menjual lebih murah karena tidak harus melalui perantara atau tengkulak. Dengan harga murah, beras yang dijualnya laris manis. Selalu saja habis tak bersisa.
“Pasar Tani ini sangat membantu petani seperti saya. Terasa untungnya yang diperoleh, karena petani tidak lagi menjual beras lewat tengkulak. Pembeli pun bisa langsung beli ke petani, jadi kita untung besar, pembeli pun dapat harga murah,” katanya.
Untuk Pasar Tani di Kementan, para petani disediakan tenda, meja dan pembinaan teknis. Ke depan akan ada packaging house Pasar Tani. (tety)
