11 C
New York
04/05/2026
Aktual

RSPI Sulianti Saroso Diusulkan Sebagai Pusat Riset

JAKARTA (Pos Sore)— Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr Sulianti Saroso dikenal sebagai pusat rujukan nasional untuk penyakit infeksi. Dengan fungsinya ini, Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek, sangat disayangkan jika rumah sakit itu tidak dijadikan suatu center penelitian.

“Dengan jadi pusat riset diharapkan ke depan RS ini tidak hanya mampu memberikan pelayanan yang terbaik tetapi juga fokus pada riset. Selama ini kan lebih fokus pada pelayanan kepada pasien,” kata menkes di sela HUT ke-21 RSPI Sulianti Saroso, di Jakarta Utara, Kamis (7/5).

Menurut menkes, adalah penting rumah sakit ini dijadikan pusat riset. Mengapa? Kondisi Indonesia yang menjadi supermarketnya penyakit membuat Indonesia tidak mudah untuk menghadapinya. Mulai dari penyakit menular, tidak menular, hingga penyakit re- emerging yang bisa hilang dan muncul kembali.

Indonesia, kata menkes, menghadapi banyak masalah terkait penyakit menular. Selain TB (tuberkulosis) yang semakin kebal terhadap obat, juga ada penyakit-penyakit re-emerging seperti flu burung. Dengan adanya pusat penelitian, maka RSPI bisa meneliti apakah virus flu burung yang tengah berkembang ini masih sama dengan yang dahulu atau sudah berubah.

“Saat ini, jika terjadi kasus sampelnya harus dikirim ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan. Nantinya diharapkan RS Sulianti Saroso juga bisa meneliti sendiri,” ujarnya.

Agar pusat riset ini segera terwujud, menkes menyarankan RSPI bekerja sama dalam melakukan riset, misalnya dengan Fakultas Kedokteran seperti Universitas Indonesia (FKUI) yang saat ini juga tengah mengembangkan pusat riset.

“Saat ini seperti yang dilakukan FKUI, akan dibangun Pusat riset kedokteran yang terdiri dari dua tower. Kegiatan penelitian bisa meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dan akan mampu menyelesaikan masalah kesehatan yang selama ini belum terpecahkan,” katanya.

Direktur Utama RSPI Prof. Sulianti Saroso, Dr. dr Fatmawati, MPH menyambut baik gagasan yang dilontarkan menkes. Terlebih penyakit infeksi ada juga emerging infectious disease. Penyakit yang sebelumnya tidak ada menjadi ada. Dengan menjadi pusat riset, pihaknya bisa menangani penyakit-penyakit yang baru muncul.

Menurutnya, pusat riset diperlukan antara lain untuk menemukan cara penanganan yang tepat, mulai dari diagnosis hingga perawatan. Tiap kali muncul penyakit baru, idealnya harus selalu ada riset yang dilakukan. (tety)

Leave a Comment