07/05/2026
Aktual

Fadli Zon: Gedung Baru DPR Dukung Kinerja Parlemen

JAKARTA, (Pos Sore)— Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon berharap, gedung parlemen (MPR/DPR/DPD RI) yang modern dapat menjadi pusat pembelajaran yang mendukung kinerja parlemen untuk merumuskan UU (legislasi), anggaran (budgeting), dan pengawasan.

Di gedung modern ini parlemen harus memiliki ruang perpustakaan, musium dan tenaga ahli yang memadai, sehingga para wakil rakyat itu dapat menjadi think-thank produk-produk kinerja DPR RI dan DPD RI.

Begitu dikatakan Fadli Zon dalam dialog kenegaraan bersama Wakil Ketua DPD RI, Faroek Muhammad dan pengamat politik Sitoi Zuhro, Rabu (6/5).

“Parlemen harus menjadi pusat pengetahuan dan perjalanan kolektif sebuah bangsa. Karena kitu parlemen harus memiliki perpustakaan, museum, tenaga ahli dan sebagainya yang memadai agar produk-produk yang dihasilkan sesuai dengan harapan rakyat dan cita-cita berbangsa dan bernegara,” kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini.

Kini, kata Fadli Zon, ada 78 peneliti DPR RI yang belum mendapat pelayanan dengan layak. Contohnya, Gedung Nusantara I DPR RI (1997) yang semula kapasitasnya hanya untuk 800 orang, kini yang bekerja di sana ada 560 anggota, 2 tenaga ahli dan 1 orang staf X 4.Ke depan, setiap para wakil rakyat bakal dibantu 5 tenaga hali, 2 orang staf untuk mendukung legislasi, budget, pengawasan, representasi, dan diplomasi.

Sedangkan rencana polisi parlemen juga untuk independensi legislatif termasuk PNS-nya bertanggungjawab kepada legislatif bukan eksekutif.Di Inggris dan Amerika Serikat, kata dia, ruang perpustakaannya luar biasa bagus.

“Sampai-sampai rakyat antrian masuk, padahal membayar. Hanya untuk mengunjungi perpustakaan dan museum, sehingga gedung parlemen itu menjadi tempat berkunjung yang nyaman dan memberi pengetahuan,” katanya.

Apakah pembangunan gedung itu berkorelasi dengan kualitas anggota parlemen, menurut Fadli Zon, itu tidak bisa lepas dari asal-muasal anggota DPR RI terpilih, yang mendapat suara terbanyak dalam Pemilu.

“Jadi, agar mendapat anggota DPR berkualitas, maka mesti ada pendidikan bagi pemilih, sehingga memilih itu bukan karena uang, bukan karena blusukan, dan pencitraan yang lain,” demikian Fadli Zon. (akhir)

Leave a Comment