JAKARTA (Pos Sore) – Konferensi Asia-Afrika (KAA) bukan hanya jadi kebanggaan Indonesia, tapi jadi momen spesial bagi Smesco-RumahKU (Rumahnya Koperasi dan UKM). Bagaimana tidak, sejumlah delegasi KAA berkunjung ke Gallery UKM Smesco yang digarap Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi Usaha Kecil Menengah (LLP-KUKM).
Misalnya, delegasi dari Mesir. Perdana Menteri (PM) Ibrahim Mahlab, bahkan, langsung mengunjungi Gallery UKM Smesco sebelum berakhirnya KAA, Kamis (23/4). Sekitar pukul 14.00 PM Mesir yang didampingi Menteri Perencanaan dan Monitoring Mesir Ashraf El-Araby tiba di Smesco meninjau produk-produk unggulan UKM Indonesia. Mahlab langsung mengagumi kaligrafi dan tasbih yang dipajang di pusat pernak-pernik terlengkap itu.
”Apakah produk-produk tersebut sudah dipasarkan di negara-negara Arab? Saya kira kaligrafi ini sangat mewah. Ini mungkin bisa dipasarkan ke Mesir dan negara Arab lainnya,” ujar Mahlab sambil tersenyum.
Kehadiran delegasi Mesir pun disambut hangat Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah (A.A.G.N.) Puspayoga dan jajarannya bersama Dirut LLP-KUKM Ahmad Zabadi.
Menurut Puspayoga, dirinya bangga dengan kehadiran PM Mesir ke gedung Smesco. Gedung ini, simbol untuk mempromosikan koperasi dan UKM di Indonesia demi peningkatan kesejahteraan rakyat.
”Ya, kami memiliki display permanen untuk beragam produk koperasi dan UKM yang dihadirkan dari seluruh provinsi di Indonesia,” kata menkop.
Dirut LLP-KUKM, Ahmad Zabadi, berpendapat, penyelenggaraan KAA menjadi pembuktian bagi Smesco untuk diakui dunia. Kata dia, PM Mesir terang-terangan menyebutkan produk UKM di Smesco bukan hanya kreatif, tapi layak untuk dipasarkan ke negara-negara maju, termasuk Mesir.
“Karena itu, kami tertarik untuk bekerja sama dengan Mesir dan negara lainnya yang mengunjungi Smesco,” kata Zabadi.
Sebelum PM Mesir hadir, Smesco juga dikunjungi delegasi Afrika Selatan (Afsel) yang diwakili CEO Small Enterprise Developmen Agency (SEDA) Sipho Zikade. Setelah itu Malaysia, dan delegasi dari Madagaskar.
”Saya bangga para delegasi KAA ini menyempatkan berkunjung ke Smesco. Saya dengar kunjungan ini karena sudah dijadwalkan jauh hari. Ini menjadi bukti, Smesco jadi program studi banding delegasi KAA,” ujarnya.
Zabadi mencontohkan, delegasi Afsel yang khusus mendatangkan SEDA untuk studi banding langsung ke Smesco. Sebab, SEDA itu misinya sama dengan Smesco. Karena itu, Smesco akan menjalin kerja sama dengan SEDA Afsel. Jika kerja sama ini terwujud, kata Zabadi, produk UKM khas Indonesia akan di-display atau dipasarkan di Afsel. Begitupun produk dari Afsel bisa dipajang di Gallery UKM Smesco.
Menurut Zabadi, Smesco sudah banyak dilirik negara asing yang ingin bekerja sama. Karena itu, dia sangat optimistis UKM Indonesia bisa bersaing pada penyelenggaraan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
Artinya, LLP-KUMKM akan mendukung usahawan kecil menengah tidak hanya eksis di pasar domestik, tapi bisa bersaing di pasar global.
”Ya, ini menjadi kesempatan bagi para UKM untuk bisa melebarkan sayapnya memasarkan produk hingga ke pasar dunia. Saya yakin dengan produk kreatif dari UKM-UKM Indonesia bisa berbicara di kancah internasional,” tegasnya.
Direktur Pemasaran dan Marketing LLP KUKM, Bagus Rachman, menambahkan, Smesco siap bekerja sama dengan SEDA Afsel. Bahkan, delegasi Afsel sangat tertarik dengan produk yang di-display Smesco. Nah, itu merupakan potensi bagi UKM binaan Smesco untuk memasarkan produknya di Afsel.
”Sipho Zikade, CEO SEDA Afsel mengakui dengan kualitas produk kreatif UKM di Smesco. Jadi, semua produk UKM Smesco cocok untuk dipasarkan di negaranya,” ujar Bagus.
Menurut Bagus, SEDA Afsel itu belajar membina UKM ke Smesco. Nah, mereka juga tidak punya cabang pemasaran. Jadi, SEDA tertarik untuk memasarkan produk unggulan di Smesco.
”Kami akan menjajaki kerja sama ini. Sebab, itu menjadi kesempatan untuk mengembangkan potensi UKM Indonesia menguasai pasar Afrika,” tandasnya. (tety)
