0.4 C
New York
29/11/2023
Aktual

6.823 TKI Overstay Ogah Pulang Ke Indonesia

JAKARTA (Pos Sore) — Sampai April 2014 jumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) yang sudah habis masa kontrak kerjanya di Korea Selatan (Korsel) tercatat 6.823 orang. Namun, para TKI tersebut tidak mau kembali ke Indonesia karena ingin tetap bekerja di Korea.

“Mereka ingin tetap bekerja karena gaji di sana terus naik setiap tahun selain situasi kerja yang bagus,” kata Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Reyna Usman, kepada wartawan di kantornya, Selasa (8/4).

Reyna menyebutkan, sampai tahun 2013 gaji TKI di Korsel sebesar 1,05 juta won Korsel per bulan atau setara dengan Rp 10,15 juta per bulan (kurs 1 won Korsel senilai Rp10,47). Menurut Reyna, sampai saat ini jumlah WNI di Korsel termasuk TKI sebanyak 35.421 orang. “TKI di Korsel semuanya TKI formal,” kata dia.

Menurut Reyna, sebanyak 6.823 orang TKI yang tidak pulang atau overstayers di sana, sebagiannya masih diperpanjang kerjanya tanpa mengurus dokumen perpanjangan kontrak bekerja di sana, dan sebagiannya berada di tempat penampungan yang disetiapkan pengusaha Korsel. “Pengusaha Korsel sayang dan cinta TKI karena TKI bekerja dan berkelakuan baik,” kata Reyna.

Dia menambahkan pihaknya sedang berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Ditjen Imigrasi, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) untuk mengurus perpanjangan kontrak kerja mereka di sana. “Biar mereka terus bekerja di sana supaya bisa menghidupi keluarga dan jelas membawa devisa untuk negara,” kata dia.

Menurut Reyna, para TKI yang habis masa kontrak kerja dan tidak mau pulang itu, merupakan TKI yang ditempatkan di sana tahun 2006, 2007, 2008 dan tahun 2009.

Sebelumnya, akhir Februari 2014 di Jakarta, Atase Tenaga Kerja dari Kedutaan Besar Republik Korsel untuk Indonesia, Kim Doh Yung, mengatakan, hampir semua pengusaha atau perusahaan di Korsel lebih suka memilih TKI untuk bekerja di perusahaannya dibandingkan dengan tenaga kerja dari negara lain. Pasalnya, TKI tekun bekerja dan mau belajar untuk lebih baik dalam bekerja.

Kim Doh yung mengatakan, kelebihan lain TKI dibanding tenaga kerja lain di Korsel adalah TKI tidak banyak menuntut dan hampir tak pernah berbuat yang melanggar norma dan ketentuan perusahaan. “Itulah membuat perusahaan di Korsel suka dengan TKI,” kata dia. (hasyim)

Leave a Comment