7.4 C
New York
24/02/2024
Aktual

2 Peracik Miras Oplosan Ditangkap

JAKARTA (Pos Sore) – Dua pemuda peracik minuman keras (miras) oplosan diamankan jajaran Polres Metro Jakarta Utara di sejumlah lokasi di wilayah Hukum Jakarta Utara. Kedua pelaku yakni berinisial YAB dan ST.
Terungkapnya kasus tersebut berawal dari informasi masyarakat yang menyebutkan adanya penjualan dan pengolahan miras. Miras oplosan itu beredar tanpa ada label dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dan Departemen Kesehatan.

“Setelah mendapat informasi tersebut, dilakukan penggeledahan di TKP dan penangkapan atas pelaku pengolahan dan penjualan miras tersebut,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Febriansyah, Jumat (6/4).

Dijelaskannya, ST yang ditangkap di Pademangan berperan sebagai peracik dan penjual miras oplosan. Ia telah bertindak sebagai peracik sejak September 2016.

“ST melakukan pengolahan dan penjualan miras buatan sendiri dengan mencampurkan perasa, alkohol, dan air pewarna,” tuturnya. Miras racikan tersebut dikemas dalam botol-botol bergambar sejumlah merk brendi, vodka, dan whisky.

Menurutnya, ST menjual miras seharga Rp 500.000 per 24 botol ke sejumlah warung. Polisi menyita sejumlah barang bukti seperti label merk miras, tutup botol miras, jerigen, dan satu buah tangki berukuran 250 liter yang dijadikan tempat menampung miras oplosan.

Adapun YAB ditangkap di Koja pada Jumat dini hari. Ia dituding telah menjual miras jenis ciu yang tidak disertai label kesehatan yang dikeluarkan BPOM dan Kementerian Kesehatan. Polisi saat ini masih mendalami apakah YAB juga berperan sebagai peracik ciu.
Polisi memastikan YAB dan ST tidak saling mengenal. sejauh ini belum ada warga Jakarta Utara yang menjadi korban miras oplosan.

Sedikitnya 28 orang tewas setelah meminum miras oplosan di sejumlah daerah di Jabodetabek, yaitu di Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Depok, dan Bekasi dalam beberapa hari belakangan ini. (marolop)

Leave a Comment